Rabu, 26 Oktober 2016

Muhammad dalam Alkitab (Kidung Sulaiman : 5 : 10-16)


Dibawah ini adalah ayat-ayat yang saya dapatkan dari Kidung Sulaiman. Ayat ini bercerita mengenai seseorang yang menjadi kesayangan Nabi Sulaiman. Semuanya berkisar pada deskripsi dan perawakan orang tersebut. Kitab ini termasuk wahyu dan dimasukkan dalam daftar kitab-kitab Perjanjian Lama, karenanya, kita tak perlu ragu untuk meyakininya.  

           
            Orang yang kucintai itu putih dan kemerah-merahan, yang mencolok (terkemuka) diantara 10.000 orang. {mencolok, sedangkan dalam naskah bahasa Ibrani disebut dengan seorang yang memimpin pasukan }

Kepalanya bagaikan emas murni, rambutnya mengombak, dan hitam sehitam gagak. {mengombak atau bisa juga disebut keriting}

Matanya bagaikan mata merpati yang hinggap di dekat aliran sungai, bermandi dalam susu, dan duduk sesuainya. (sesuainya, dalam naskah Ibrani dikatakan dengan duduk sepenuhnya, yaitu, ditempatkan sesuainya, atau seperti batu mulia yang ditempatkan dalam wadah cincin.)

Pipinya bagaikan kebun rempah, seharum bunga-bunga: mulutnya seperti bunga bakung, yang meneteskan mur yang wangi.    

Tangannya bagaikan gelang-gelang emas yang berhiaskan permata: tubuhnya seterang gading bertabur batu nilam.

Kakinya bagaikan tiang-tiang marmer yang putih,bertumpu pada alas emas murni: perawakannya bagaikan Libanon, sempurna seperti pohon cedar (pohon aras)   

Teramat manis tutur katanya, segala sesuatu padanya menarik. Begitulah kekasih dan sahabatku, hai putri-putri Yerusalem!

           
            Jika kita mengagumi seseorang maka kita akan terpesona dengan orang tersebut. Baik itu pribadinya, kata-katanya, atau perawakannya. Dalam nubuat ini, kita melihat sosok manusia yang diciptakan dengan keindahan dan kecemerlangan. Keindahan yang akan membuat siapa saja jatuh cinta. Nabi Sulaiman kagum dengan keindahan orang yang dicintainya ini sehingga kata-katanya penuh akan makna.     
            Sama seperti Nabi Sulaiman, orang-orang yang hidup dan melihat Nabi Muhammad juga turut menggambarkan perawakannya. Meski kita tak pernah melihat seperti apa dirinya, maka cukuplah kita melihatnya dengan apa yang dikatakan oleh sahabat-sahabatnya. Satu hal yang pembaca perlu ketahui, para Sahabat Rasulullah adalah orang-orang yang terkenal jujur dalam perkataannya. Mereka bukanlah orang-orang yang suka melebih-lebihkan atau berkata dusta. Jika mereka melihat A, maka mereka katakan A. Jika mereka mendengar B, maka mereka katakan B. Mereka juga dikenal polos ketika bertanya. Hal ini terlihat dari setiap pertanyaan yang mereka ajukan kepada Nabi Muhammad. Semuanya terlihat apa adanya.

Muhammad dalam Alkitab (Yesaya 33: 17-23)

        
        “Engkau akan memandang raja dalam semaraknya, mereka akan melihat negeri yang terbentang jauh. Dalam hatimu engkau akan memikirkan kengerian yang sudah-sudah: "Sudah lenyapkah juru hitung, sudah lenyapkah juru timbang, dan sudah lenyapkah orang yang menghitung menara-menara?"Tidak lagi akan kaulihat bangsa yang biadab itu, bangsa yang logatnya samar, sehingga tidak dapat dipahami, yang bahasanya gagap, sehingga tiada yang mengerti. Pandanglah Sion, kota pertemuan raya kita! Matamu akan melihat Yerusalem, tempat kediaman yang aman, kemah yang tidak berpindah-pindah, yang patoknya tidak dicabut untuk seterusnya, dan semua talinya tidak akan putus. Di situ kita akan melihat betapa mulia TUHAN kita: seperti tempat yang penuh sungai dan aliran yang lebar; perahu dayung tidak melaluinya, dan kapal besar tidak menyeberanginya. Sebab TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah yang memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita. Tali-talimu sudah kendor, tidak dapat mengikat teguh tiang layar di tempatnya, tidak dapat membentangkan layar. Pada waktu itu orang akan membagi-bagi rampasan banyak-banyak, dan orang-orang lumpuh akan menjarah jarahan.”  (Yesaya 33: 17-23)


            Nubuat yang akan kita baca kali ini adalah nubuat tentang kedatanganseorang Raja yang memasuki Yerusalem. Raja tersebut akan datang dalamkemuliaan dan semaraknya. Yakni dia datang bersama panglima-panglimanya. Dia akan dilihat oleh penduduk Yerusalem yang waktu itu sedang dalam keadaan takut. Pasalnya mereka telah melihat dan merasakan kengerian gempuran dan serangan dari pasukan Sang Raja. Bangsa tersebut merupakan bangsa yang dikenal jahiliyah dan mempunyai peradaban tak setinggi mereka.

            “Dalam hatimu engkau akan memikirkan kengerian yang sudah-sudah: "Sudah lenyapkah juru hitung, sudah lenyapkah juru timbang, dan sudah lenyapkah orang yang menghitung menara-menara?"

            Maksud ayat di atas adalah penduduk Yerusalem saat itu merasakan kengerian dan ketakutan yang mereka sudah dengar dari daerah lainnya yang telah ditaklukkan oleh Raja dan pasukan-pasukannya. Seakan-akan mereka sudah yakin bahwa kelak Raja itu akan masuk ke kota mereka. Sehingga mereka berkata dimanakah orang-orang yang menghitung pasukan, dimanakah utusan-utusan Sang Raja yang biasanya mendatangi mereka untuk membuat perjanjian. Dan apakah pasukan tersebut sudah menghitung menara-menara dan benteng-benteng di Yerusalem. Apakah mereka sudah berhasil masuk ke kota dan mengalahkan tentara-tentara kita.
            Tatkala mereka melihat Sang Raja masuk ke dalam Yerusalem, dia terlihat begitu menawan. Seakan-akan dia adalah orang yang paling berjasa dan paling mulia karena dialah pemimpin pasukan-pasukan itu. Dia datang dalam semaraknya. Yakni datang bersama panglima-panglimanya dan tentaranya.
            Kemudian Nabi Yesaya mengatakan ciri dari bangsa dan Raja tersebut,

Muhammad dalam Alkitab (Yesaya : 32:1-8)


"Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan, dan seseorang akan seperti tempat perlindungan dari angin dan tempat perlindungan dari badai, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus. Mata orang-orang yang melihat tidak lagi akan tertutup, dan telinga orang-orang yang mendengar akan memperhatikan. Hati orang-orang yang terburu nafsu akan tahu menimbang-nimbang, dan lidah orang-orang yang gagap akan dapat berbicara jelas. Orang keji tidak akan disebutkan lagi orang yang berbudi luhur, dan orang yang tak beradab tidak akan dikatakan terhormat. Sebab orang keji mengatakan kekejiannya, dan hatinya merencanakan yang jahat, yaitu melakukan kemunafikan dan mengatakan ketidakbenaran tentang TUHAN, membiarkan kosong perut orang lapar dan orang haus kekurangan minuman. Kalau penipu, akal-akalnya adalah jahat, ia merancang perbuatan-perbuatan keji untuk mencelakakan orang sengsara dengan perkataan dusta, sekalipun orang miskin itu membela haknya.Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian.” (Yesaya : 32:1-8)


Di ayat ini kita akan melihat sebuah nubuat tentang seorang Raja yang memerintah menurut kebenaran. Setelah Raja itu mangkat, maka dia akan digantikan oleh pengganti-penggantinya yang sama adilnya. Kenapa saya memasukkan ayat ini ke dalam nubuat tentang Nabi Muhammad. Apa hubungannya dengan beliau. Seperti yang saya sebutkan di awal, nubuat adalah  perkataan yang sifatnya penuh dengan kiasan dan makna simbolis, artinya dia tidak berkata secara to the point tapi mempunyai kata yang luas dengan makna yang lebih mengena dengan kejadian yang dimaksud. Anda mungkin tidak menyadari bahwa sesungguhnya nubuat tentang Nabi Muhammad mempunyai “kata kunci” yang jika kita melihatnya maka kita akan menemukannya. Kata kunci nubuat tentang beliau dalam Kitab Perjanjian Lama adalah buta huruf. Itu seperti yang dikatakan oleh Allah dalam surat Al-A’raf yang saya tulis di bab sebelumnya. Kata kunci inilah yang menjadi pembuka untuk melihat nubuat-nubuat tersebut.

Muhammad dalam Alkitab (Yesaya 29 : 11-18)

       
          “Arti setiap penglihatan akan tersembunyi bagimu, seperti buku yang disegel. Jika buku itu dibawa kepada seorang yang dapat membaca supaya ia membacakannya bagimu, ia akan berkata bahwa ia tidak bisa, karena buku itu disegel. Dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca.". (11:12)
“Pada waktu itu orang tuli akan dapat mendengar kata-kata dari sebuah buku yang dibacakan, dan orang buta yang tadinya hidup dalam kegelapan akan dapat melihat. Orang-orang yang sengsara akan tambah bersukaria di dalam TUHAN, dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorak di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel! ”(18:19)

Ayat diatas berkenaan tentang hidayah Allah kepada orang-orang yang mempunyai kitab. Jika Allah berkehendak membuka hati seseorang untuk menerima ilmu, maka Allah akan memberikan cahaya ke dalam hatinya. Dengannya dia mampu memahami ilmu-ilmu yang ada dalam kitab. Namun sebaliknya, sepintar apapun dan sepaham apapun seseorang, jika Allah tidak menghendakinya untuk dapat memahami kitab-kitabnya, maka diapun takkan bisa menafsirkannya. 

“Arti setiap penglihatan akan tersembunyi bagimu, seperti buku yang disegel. Jika buku itu dibawa kepada seorang yang dapat membaca supaya ia membacakannya bagimu, ia akan berkata bahwa ia tidak bisa, karena buku itu disegel.”

Muhammad dalam Alkitab (Yohanes 16: 7-15)


Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini dihukum. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Dia akan memuliakanaku, karena dia akan mengambil apa yang ku punya dan menjelaskannya kepadamu. Semua hal yang bapa punya adalah milikku juga. Karenanya kukatakan dia akan mengambil yang aku punya dan menjelaskan kepadamu. (Yohanes16:7-15)


            Ayat ini menjelaskan tentang seseorang yang dijanjikan Isa untuk datang setelah dirinya di angkat ke langit. Dia dipanggil Isa dengan Sang Penghibur. Kedatangannya adalah sebuah anugrah bagi umat manusia. Dia akan membawa kebenaran yang menyeluruh mengenai Isa dan ajaran-ajarannya. Dan diapun akan datang untuk mengingatkan dan menginsafkan pemahaman umat manusia tentang tiga hal mengenai diri Isa. Tiga hal itu adalah dosa, kebenaran, dan penghakiman.
Penghibur (Comforter) yang dalam bahasa Yunaninya disebut παράκλητος (paráklētos) adalah seseorang yang menghibur, yang membantu, yang mengangkat, dan menyemangati. Secara makna dapat diartikan bahwa dia menghibur atau membantu meringankan rasa sakit dan kesulitan seseorang yang sedang mengalami kesulitan. Sebagian Ahli mengatakan bahwa yang dimaksud Penghibur di sini adalah Holy Spirit dan ada juga yang mengatakannya Paulus.

Muhammad dalam Alkitab (Yesaya 28: 10-13)


Dan orang berkata: "Kepada siapakah dia ini mau mengajarkan pengetahuannya dan kepada siapakah ia mau menjelaskan nubuat-nubuatnya? Seolah-olah kepada anak yang baru disapih, dan yang baru cerai susu! Sebab harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini, tambah itu!" Karena dengan mulut yang terbata-batalah dan bahasa asing dia akan berbicara kepada bangsa ini. Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian, berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan.Maka mereka akan mendengarkan firman Tuhan yang begini: “Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu!” supaya dalam berjalan mereka jatuh telentang, sehingga luka, tertangkap dan tertawan.

            Ayat ini turun berkenaan tentang sikap sebagian orang Israel yang kurang menerima ajaran Nabinya. Mereka merasa untuk apa diajarkan dan kenapa perlu diajarkan kepada mereka. Seakan-akan mereka merasa sudah berilmu dan tahu tentang apa yang diajarkan oleh para Nabi. Padahal tak seperti itu kenyataannya. 
Karena sikap mereka yang sombong terhadap ajaran Nabi mereka, maka Allah akan mengutus seorang Nabi yang bukan berasal dari golongan mereka. Dia akan datang untuk memperingatkan mereka seperti halnya nabi-nabi yang diutus kepada mereka. Perbedaannya, Nabi ini akan berbicara kepada mereka bukan dengan bahasa mereka akan tetapi dengan bahasa asing.

            Karena dengan mulut yang terbata-batalah dan bahasa asing dia akan berbicara kepada bangsa ini

            Allah akan mengutus seorang Rasul yang akan berbicara dengan bahasa asing. Dia tidak akan berbicara dengan bahasa Ibrani tetapi dengan bahasa yang jarang mereka dengar. Ciri yang kedua adalah cara berbicaranya yang terbata-bata.
Nubuat ini dapat diartikan secara simbolis. Seorang yang berbicara terbata-bata adalah kiasan dari seorang yang buta huruf. Dia tak bisa mengucapkannya secara baik karena selama hidupnya dia tak pernah membaca. Karenanya, apabila dia diminta untuk membaca, dia akan membacanya dengan bibir yang terbata-bata. Artinya kita dapat menafsirkan bahwa nabi tersebut adalah seorang yang buta huruf.
Rasulullah adalah seorang yang buta huruf. Hal ini menjadi tanda akan keaslian dan keautentikan Al-Qur’an. Semua huruf dan kata yang berada di dalamnya adalah kemurnian. Semuanya terjaga dari segala pemikiran ataupun ajaran yang bukan dari asalnya. Dan hal ini juga menjadi bukti bahwa Al-Qur’an adalah perkataan Allah.
Dalam Qur'an, nabi Muhammad dipanggil dengan sebutan umi yang berarti buta huruf,

            “Orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi (buta huruf) yang (sifatnya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka...” (Al-A’raaf : 157)  

Kemudian dikatakan bahwa kelak Nabi itu akan berbicara dengan bahasa asing,

            Karena dengan mulut yang terbata-batalah dan bahasa asing dia akan berbicara kepada bangsa ini

             Dia akan berbicara kepada mereka bukan dengan bahasa Ibrani. Akan tetapi dia akan berbicara kepada mereka dengan bahasa asing.
Nubuat ini juga sesuai dengan sifat Nabi Muhammad. Beliau adalah orang Arab yang berbicara bahasa Arab. Bahasa Kitab yang diberikan kepadanyapun bahasa Arab. Namun dia juga diutus untuk semua bangsa tak terkecuali Bani Israel. Bahasa Arab adalah bahasa yang asing bagi Bani Israel waktu itu.

Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian, berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan,

Kemudian dikatakan bahwa kelak Syariat yang diajarkan oleh Nabi yang diramalkan itu akan menjadi tempat peristirahatan bagi mereka. Syariatnya akan membuang beban dan hal-hal yang memberatkan mereka. Mereka akan dijamin dengan segala kemudahan dan kebaikan yang terdapat dalam ajarannya. Mereka akan mendapatkan keringanan dari syariat-syariat sebelumnya yang membebani mereka.  
Allah berfirman dalam Surat Al-A’raaf,

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi (buta huruf) yang (sifatnya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.(Al-A’raaf : 157)

            Namun ketika Nabi itu membawa keringanan-keringanan kepada mereka, mereka justru tak mau mendengarkannya. Mereka sombong sebagaimana mereka sombong dengan nabi-nabi yang diutus kepada mereka sebelumnya. Mereka mengacuhkannya sebagaimana dikatakan dalam ayat di bawah,

Tetapi mereka tidak mau mendengarkan,

Setelah Nabi itu datang kepada mereka dengan ajaran yang sama  (tauhid) dan memberikan beberapa keringanan kepada mereka, maka mereka tak akan mendengar seruannya. Mereka takkan beriman dengan kenabiannya. 
Nubuat ini terbukti dengan penolakan orang-orang Yahudi Madinah terhadap dakwah Nabi Muhammad. Mereka menolaknya dan tak menerimanya. Sebagian mereka bahkan berupaya untuk menggagalkan dakwah beliau dengan berbagai upaya. Sampai sekarang bangsa Yahudi tidak mau menerima dakwah Nabi Muhammad. Mereka mengingkari dakwah dan ajaran beliau.
Karena mereka menolakAjaran dan dakwah Nabi Muhammad, maka mereka akan kembali kepada syariat lama yang memberatkan. Mereka akan dibebani oleh syariat lama yang mereka keluhkan. Padahal, syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad lebih ringan dan lebih mudah.

Maka mereka akan mendengarkan firman Tuhan yang begini: “Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu!”

Akibat lainnya adalah mereka akan mengalami kesusahan dan penderitaan,

Supaya dalam berjalan mereka jatuh telentang, sehingga luka, tertangkap dan tertawan.

Penolakan bangsa Yahudi terhadap kenabian Muhammad telah berdampak pada keberadaan mereka di negri-negri mereka tinggal. Sejarah telah mencatat kelamnya pengalaman yang dialami oleh mereka. Nubuat ini terbukti dengan kejadian pengusiran Bani Qaynuqa, Bani Nadhir dan Bani Quraydzoh. Mereka diusir dari Madinah karena sikap mereka yang tidak menghormati keberadaan kaum Muslimin. Dan juga karena sikap mereka yang menginginkan kekalahan dalam tubuh kaum Muslimin. Akibatnya sebagian mereka diusir dan sebagian lagi dibunuh karena pengkhianatan mereka kepada Rasulullah dan Kaum Muslimin.
Padahal, jika seandainya mereka menerima dakwah Rasulullah (masuk Islam) dan patuh dengan perjanjian Madinah, niscaya merekapun akan mendapat hak yang sama seperti kaum Muslimin. Mereka akan dijaga dan tidak diusir ataupun dibunuh. Namun mereka menolaknya dan lebih dari itu sebagian mereka juga melakukan upaya-upaya tidak baik terhadap Rasulullah dan kaum Muslimin.




Muhammad dalam Alkitab (Yesaya 42: 1-11)


Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya. Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu." Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu." Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar!

Ayat ini berkenaan tentang seorang hamba yang Allah pilih untuk menjadi utusan-Nya. Kelak dengan wahyu yang diterima dari-Nya, dia akan memberikan peringatan kepada kaumnya. Dia akan menjelaskan kepada semua orang akan hukum-hukum Allah yang mesti ditegakkan di atas muka bumi.  

Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan

Setiap rasul adalah hamba pilihan Allah. Mereka adalah manusia yang diberi keutamaan lebih dibanding manusia lainnya. Yang membedakan mereka dengan kita adalah ketakwaan mereka dan derajat mereka yang tak bisa dilampaui oleh orang lain. Mereka adalah utusan-utusan Allah yang diberikan keutamaan dan karunia berupa wahyu dan kedekatan dengan-Nya. Karenanya, merekapun disebut orang-orang yang terpilih atau dalam bahasa Arab disebut Al-Musthofa. Dalam Al-Qur’an ayat serupa juga dapat dilihat,

Katakanlah: "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?" (An-naml : 59)

Nabi Muhammad adalah salah satu rasul pilihan Allah. Dia mempunyai banyak keistimewaan yang tak dimiliki oleh rasul-rasul lainnya. Dialah rasul yang terakhir diutus. Dan dia pula penggenap semua syariat yang telah diturunkan kepada semua Nabi. Semua syariat yang diperintahkan kepada para Nabi tersari dalam ajarannya.    
Diantara mukjizatnya adalah Al-Qur’an yang turun kepadanya. Kitab ini adalah kitab suci yang mempunyai keistimewaan dibanding kitab-kitab sebelumnya. Di dalamnya diterangkan segala ilmu yang menyangkut kemaslahatan umat manusia. Dan keistimewaan lainnya adalah keasliannya yang terjaga dari penyelewengan manusia. Sampai saat ini tak ada yang dapat mengatakan bahwa Qur’an telah dirubah. Baik itu kalangan orientalis dan tradisional, mereka semua sepakat bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang terjaga keautentikannya.   

“Rasulullah bersabda: "Aku kesayangan Allah (dan tidak sombong). Aku membawa panji "PUJIAN" pada hari kiamat, di bawahnya Adam dan yang sesudahnya (dan tidak sombong). Aku yang pertama pemberi syafa'at dan yang diterima syafaatnya pada hari kiamat (dan tidak sombong). Aku yang pertama menggerakkan pintu surga dan Allah membukanya untukku dan aku dimasukkanNya bersama-sama orang-orang beriman yang fakir (dan tidak sombong). Dan Aku lah paling mulia dari kalangan terdahulu dan terbelakang di sisi Allah (dan tidak sombong)." (HR. Tirmidzi)

Kemudian ayat selanjutnya berbunyi,

 Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa

Bukti dari kenabiannya adalah diutusnya Malaikat Jibril kepadanya. Dia bertugas untuk mengirim wahyu dari Tuhan-Nya. Dengannya dia menyatakan segala perintah Tuhannya kepada semua umat manusia di dunia. Allah berfirman dalam Qur’an mengenai wahyu yang diturunkan kepada Muhammad,

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. (An-najm : 4-6)

Jika diperhatikan dengan seksama kata bercetak tebal di atas, anda akan melihat bahwa Nabi yang satu ini tidak diutus untuk satu kaum. Tapi dia diutus untuk bangsa-bangsa. Dia diutus untuk semua kaum yang hidup di permukaan bumi.   
Kemudian Allah memberikan karakteristik Nabi pilihan-Nya itu,

Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan

Dia takkan berteriak-teriak di jalanan dan berkata-kata kotor. Pribadinya sopan dan pemalu. Sifat ini sesuai dengan Nabi Muhammad. Beliau adalah seseorang yang pemalu dan tak suka bertingkah kasar. Beliau bukan orang yang suka mengeluarkan omongan sesukanya. Beliau terbiasa menjaga mulutnya dari perkataan-perkataan yang tak ada gunanya. Salah seorang sahabatnya berkata bahwa beliau adalah seorang yang sangat pemalu. Jika beliau tak suka dengan sesuatu, beliau tak lantas berbicara seenaknya atau berteriak-teriak atau mungkin berkata kasar. Namun, beliau akan menahannya dan itu terlihat dari mukanya,  

Abu Said Al-Khudri berkata, Rasulullah adalah seseorang yang lebih pemalu daripada seorang gadis perawan di dalam kamarnya. Jika beliau tidak menyukai sesuatu kami dapat mengetahui dari raut wajahnya. (Shahih Muslim No.4284)

 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum

Dia takkan melemahkan yang lemah dan takkan mematahkan yang sudah patah. Dia akan menolong mereka, mendengarkan perkataan mereka, dan setia duduk bersama mereka. Nabi Muhammad adalah orang yang sangat melindungi orang-orang lemah. Hal ini terlihat dari pengikut-pengikutnya yang terawal. Kebanyakan mereka adalah orang-orang lemah. Beliau senantiasa mengingatkan umatnya untuk tidak mengambil hak mereka dengan cara yang batil ataupun menindas mereka. Beliau melindungi hak-hak mereka dan menjaga mereka dari ketidakadilan,    

          Jabir berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Bagaimana suatu umat dapat terhormat bila hak orang lemah tidak dapat dituntut dari mereka yang kuat." (Riwayat Ibnu Hibban)

            Rasulullahpun pernah menegur seseorang yang mencambuk budaknya dengan keras,

“Abu Sa'id Al Badri berkata, "Aku sedang menyambuk budakku yang muda, lalu aku mendengar suara orang menyeru dari belakangku. Orang itu berkata, "Ketahuilah hai Aba Mas'ud." Sungguh aku tidak tahu suara siapakah itu karena ketika itu aku sedang berang (marah). Ketika orang itu mendekatiku tahulah aku ternyata yang datang adalah Rasulullah Saw. Beliau berkata, "Ketahuilah hai Aba Mas'ud...Ketahuilah hai Aba Mas'ud." Mendengar perkataan itu aku campakkan cambuk dari tanganku. Beliau kemudian melanjutkan ucapannya, "Ketahuilah, hai Aba Mas'ud, sesungguhnya Allah lebih mampu bertindak terhadapmu daripada tindakanmu terhadap anak muda itu." Aku spontan menjawab, "Ya Rasulullah, dia sekarang ini aku merdekakan karena Allah." Nabi Saw berkata, "Kalau kamu tidak memerdekakannya maka api neraka akan menjilatmu." (HR. Muslim)

Di zaman jahiliyah, orang-orang yang lemah dan miskin terkadang tidak dapat menuntut haknya ketika hak mereka dirampas. Mereka tak mempunyai pendukung dan kekuatan seperti orang-orang kaya dan para pemuka yang mempunyai banyak pendukung.
Ketika Islam datang, semua kedzaliman dan ketidakadilan ditiadakan. Semua orang, kaya atau miskin, arab ataupun non arab, mempunyai hak yang sama di depan hukum. Semua orang dapat meminta haknya diberikan dengan menggugatnya di depan para Qodhi (Hakim). Hukum bukan lagi hak suatu kabilah atau pemimpin, tetapi hukum berada di bawah Qur’an dan Sunnah.

tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum

Dia adalah seorang pemimpin yang adil. Dia tidak memihak antara yang kaya ataupun yang miskin. Dengan amanah kepemimpinan yang diberikan kepadanya, dia akan memutuskan perkara-perkara dengan adil. Hal ini seperti yang terjadi tatkala ada seorang wanita bangsawan yang mencuri, maka saudara-saudaranyapun kebingungan dan takut jika seandainya wanita itu akan dipotong tangannya. Merekapun menghadap Rasulullah agar sekiranya wanita itu dibebaskan. Tapi apa yang terjadi, Rasulullah justru marah kepada mereka dan berkata, “Jika seandainya anakku mencuri, niscaya aku sendiri yang memotong tangannya”. Bayangkan, betapa beraninya dia dalam menghukum. Betapa kuatnya dia dalam memegang prinsip keadilan.

“Bahwa orang-orang Quraisy sedang digelisahkan oleh perkara seorang wanita Makhzum yang mencuri. Mereka berkata: Siapakah yang berani membicarakan masalah ini kepada Rasulullah saw.? Mereka menjawab: Siapa lagi yang berani selain Usamah, pemuda kesayangan Rasulullah saw. Maka berbicaralah Usamah kepada Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Apakah kamu meminta tolong (untuk diringankan) dalam hudud (hukuman) Allah? Kemudian beliau berdiri dan berpidato: “Wahai manusia! Sesungguhnya yang membinasakan umat-umat sebelum kamu ialah, manakala seorang yang terhormat di antara mereka mencuri, maka mereka membiarkannya. Namun bila seorang yang lemah di antara mereka mencuri, maka mereka akan melaksanakan hukum hudud atas dirinya. Demi Allah, sekiranya Fatimah anaknya Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya.” (Shahih Muslim No.3196)

Subhanallah, betapa adilnya ia dan betapa beraninya ia menyatakan keadilan. 
Bukti lain dari keadilan Nabi Muhammad adalah dengan banyaknya orang yang menghadap kepada beliau untuk memutuskan perkara yang mereka hadapi. Ketika itu banyak orang yang datang kepadanya agar beliau mengadili mereka. Mereka tahu bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang adil sehingga merekapun meminta beliau memutuskan perkara yang mereka hadapi. Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat, bukan hanya orang Islam yang menghadap beliau, orang Yahudipun pernah menghadap beliau untuk memutuskan perkara. Hal ini terjadi karena mereka semua tahu bahwa Rasulullah adalah seorang yang sangat adil.

Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya

Allah berjanji bahwa Nabi pilihannya itu takkan mati kecuali misinya telah terselesaikan. Dia akan menuntaskan misinya untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Orang-orang Kafir takkan mampu menghentikan misinya. Dia takkan kalah, lemah, ataupun digoyangkan. Dakwahnya akan berhasil dan ajarannya akan menyebar ke seluruh penjuru dunia.
 Nubuat inipun terbukti dengan selesainya dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah. Beliau telah menuntaskan misinya untuk menegakkan kalimat Allah. Meski banyak orang kafir yang tak suka dengan ajarannya dan berupaya untuk menggagalkannya, namun mereka semua tak mampu menghalangi dakwahnya.
Semua orang, dari bangsa Arab hingga non Arab, patuh dan tunduk dengan ajaran yang dibawa olehnya. Dakwahnya tersebar hingga ke seluruh penjuru dunia, melintasi pulau-pulau, dan merambah ke pelosok nan jauh. Orang-orang kafir yang dengki dengannya tak mampu menghentikan dakwahnya.

sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya

Allah berkata bahwa Nabi pilihan-Nya itu akan sukses dalam menjalankan misinya. Hukum-hukum yang diberikan kepadanya akan dijalankan oleh pengikut-pengikutnya. Hukum-hukumnya juga akan dijadikan landasan dari pemerintahan-pemerintahan di muka bumi. Mulai dari Bagdad, Mesir, Istambul, Damaskus, Madinah hingga Persia. Semua kekhalifahan itu pernah menegakkan hukum Allah sesuai dengan Qur’an dan Sunnah. Semua negri yang kedatangan dakwah Islampun mengharapkan pengajarannya. Mereka haus akan ajaran-ajaran Islam yang sempurna. Rasulullah pernah berkata bahwa kelak agama ini akan menyebar hingga ke seantero dunia,

“Agama ini akan menyebar sejauh jarak yang dicapai malam dan siang, dengan kemulian orang yang mulia dan kehinaan orang yang terhina ; yaitu kemuliaan yang dengannya Allah akan memuliakan Islam dan penganutnya, dan menghinakan kesyirikan dan pengikutnya. (Al-hadits)

Kemudian nubuat lainnya berkata,

Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung

Allah, tuhan yang telah menciptakan manusia, berkata kepada mereka: Allah telah mengutus seorang Rasul yang akan menyelamatkan mereka dari penderitaan. Rasul yang diutus untuk semua bangsa di dunia. Dia akan menghapus segala kesewenang-wenangan yang telah lama menindas mereka. Dia akan datang kepada mereka untuk mengeluarkan mereka dari penjara-penjara ketidakadilan. Semua berhala dan semua tuhan selain Allah akan segera hilang dari muka bumi. Dia akan menggantikan penyembahan berhala dengan Tauhid.

Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia,

Ayat yang sama juga terdapat dalam Al-Qur’an,

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh, (Al-Ahzab : 7)

menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung

Nabi itu akan menjadi cahaya untuk semua umat manusia. Dia akan membuka mata-mata yang tertutup dari cahaya iman. Dia akan menerangi mereka ke jalan keselamatan. Diapun akan mengeluarkan mereka dari segala penindasan dan ketidakadilan yang selama ini merampas kehidupan mereka.
AllahberfirmantentangNabiMuhammaddalamsuratAl-Ahzab,

“Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.” (Al-Ahzab:45-46)

Perhatikanlah dengan seksama ayat ini. Kehadiran Nabi yang diramalkan itu tidak seperti nabi-nabi yang diutus sebelumnya. Setiap Nabi diutus hanya untuk kaumnya sendiri. Nabi Nuh diutus untuk kaumnya. Nabi Shaleh diutus untuk kaum Tsamud. Nabi Musa dan Isa diutus untuk Bani Israel. Sedang satu-satunya Nabi yang diutus untuk semua bangsa di dunia hanyalah nabi yang diramalkan oleh ayat diatas. 

Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung

Jazirah Arab, sebelum kedatangan Nabi Muhammad, adalah negri para penyembah berhala. Setiap suku mempunyai berhala-berhalanya masing-masing. Namun sejak kedatangannya, semua berhala dihancurkan. Kemahsyuran dan kemuliaan berhala hilang dengan kedatangannya. 
Maksud kepada yang lain adalah orang Yahudi dan Kristen. Ayat ini menubuatkan bahwa kelak kemuliaandua agama itu akan sirna secara perlahan dengan kedatangan Islam.Agama Islam akan menjadi agama yang diatas. Agama ini akan menjadi kebenaran yang diyakini oleh banyak orang.

Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan.

Kemudian dikatakan bahwa kelak ramalan-ramalan ini akan terbukti. Dan memang terbukti dengan kedatangan Nabi Muhammad 14 abad yang lampau. Semuanya sesuai dengan keterangan-keterangan yang kita lihat di atas.

Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu." Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!

Ayat diatas seakan-akan berkata kepada kita agar bersiap-siap untuk menyambut kedatangannya. Bersiaplah dan bersegeralah menyambut kedatangan Sang Nabi itu karena dialah yang akan membawa keselamatan kepada kita.

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.

Pujian dan doa yang akan dikatakan oleh Nabi itu dan pengikutnya tidak akan sama dengan pujian dan doa yang dikatakan oleh Bangsa Yahudi atau Kristen. Mereka akan memujinya dengan cara yang baru dan lebih menenangkan hati. Pemeluk-pemeluknya akan memuji Tuhan dan berdoa dari tempat-tempat yang jauh dan terujung. Mereka ada dimana-mana, mereka banyak, dan mereka tersebar.
Nubuat ini terbukti dengan praktek sholat yang dilakukan oleh umat Islam. Sholat adalah ibadah yang diperintahkan oleh Allah kepada Nabi dan umatnya. Ibadah ini berbeda dengan cara ibadah yang dilakukan oleh bangsa Yahudi dan Kristen. Ibadah ini adalah tatacara baru yang menjadi syariat sang Nabi.

Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!

Ayat ini secara tidak langsung bernubuat bahwa tempat-tempat inilah yang akan menjadi saksi dari kedatangan Nabi tersebut. Dan memang benar, semua tempat diatas lokasinya berdekatan dengan tempat dimana Rasulullah dilahirkan.

 Padang Gurun adalah sebuah tempat yang ditinggali oleh anak-anak Ishmail dan keturunannya. Dan Kedar, seperti yang saya sebutkan tadi, adalah nenek moyang bangsa Quraisy yang juga merupakan suku dimana Nabi Muhammad dilahirkan.