Rabu, 26 Oktober 2016

Muhammad dalam Alkitab (Yesaya 21:13-17)


Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan! Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus,terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: "Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya." (Yesaya21:13-17)

Nubuat ini diberikan Allah kepada Nabi Isaiah atau Yesaya. Nabi Yesaya adalah seorang Nabi yang diperkirakan hidup 8 abad sebelum Masehi.
Nubuat ini mengabarkan bahwa kelak akan ada orang-orang pelarian yang datang ke Tema. Tema, Teman, atau Tayma adalah sebuah lahan subur yang terletak di bagian barat laut Saudi Arabia. Letaknya bersebelahan dengan Madinah. Karenanya dapat kita simpulkan disini bahwa yang dimaksud dengan Tema adalah negri yang dulu diidentikkan dengan Madinah. Mungkin di zaman dahulu, keduanya masih menjadi daerah yang satu sehingga disebut sebagai Tema. Kedua-keduanyapun mempunyai lahan subur dan menjadi oase di tengah jazirah Arabia. 
 Nubuat ini mengabarkan akan adanya orang-orang yang lari dari ancaman pedang dan kekerasan yang menimpa mereka. Seakan-akan Allah ingin mengatakan kepada penduduk Tema agar memberi jaminan hidup dan keamanan untuk orang-orang tersebut.
Kemudian Allah menyebut bahwa kelak orang-orang yang mengancam para pelarian itu akan habis kedudukannya. Mereka akan menjadi lemah dan tak bisa lagi mengancam orang-orang pelarian itu.

            Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!

            Dedan atau Didanite adalah bangsa Arab kuno yang mendiami jazirah Arab. Kerajaan mereka disebut dengan Lihyan. Para Ahli mengatakan bahwa mereka adalah keturunan Nabi Ishmail. 

Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti!

Allah berkata kepada penduduk Tema, sambutlah orang-orang pelarian yang datang ke negrimu. Berilah mereka jaminan dan keamanan. Rangkullah mereka dan jagalah mereka.
Nubuat ini berkata bahwa kelak akan ada orang-orang pelarian yang datang ke sana. Maka Allahpun menyuruh mereka agar segera menyambut mereka dengan baik.
Jika disandingkan dengan kejadian awal mula hijrah Rasulullah, maka ayat ini akan menjadi ramalan yang terbukti. Disebutkan oleh para Sejarawan, tatkala orang-orang Kafir sudah kehabisan akal untuk menghalangi dakwah Muhammad, maka merekapun memutuskan untuk membunuhnya. Masing-masing dari setiap kabilah mengutus seorang pemuda yang kuat dengan membawa pedang-pedang mereka ke rumah Muhammad. Mereka harus membunuhnya secara bersamaan agar kelak keluarganya tak dapat menuntut balas kepada mereka. Karena, bagaimana mungkin mereka akan menuntut balas jika seandainya pembunuhnya adalah dari setiap kabilah. Merekapun yakin bahwa hanya dengan terbunuhnya Muhammadlah mereka akan tenang. Meraka akan menyembah berhala-berhala mereka lagi tanpa ada lagi yang memperingatkan.
Namun sebaik-baiknya manusia berencana, toh Allah pula yang menentukannya. Mereka tak sadar bahwa Allah telah mengetahui rencana busuk mereka daripada diri mereka sendiri. Maka Allahpun menyuruh Rasulnya bersama seorang sahabatnya untuk segera hijrah ke Madinah. Kemudian dia menyuruh Ali, salah seorang pengikutnya, untuk tidur di kamarnya agar kelak mereka mengira bahwa Muhammad masih dirumah. Maka malam itu Rasulullah langsung pergi menuju Madinah melewati rute yang tak biasanya dilalui orang.
Orang-orang kafir itupun datang ke rumahnya sambil membawa pedang-pedang yang siap untuk dihunus. Namun alangkah kagetnya mereka tatkala yang dilihat adalah Ali. Merekapun marah dan menyesal bukan kepalang. Kejadian ini menjadi kegagalan terakhir yang membuat hati mereka hilang.

Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus,terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan

Mereka lari dari kerasnya siksaan orang-orang kafir Quraisy. Mereka disiksa, diboikot, dan dihina karena keimanan mereka kepada Allah. Hingga yang terakhir adalah upaya mereka untuk membunuh Sang Nabi dengan beramai-ramai.    

Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: "Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.Dan dari pemanah-pemanah yang gagahperkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya

Allah berjanji bahwa kelak, mereka yang menyiksa orang-orang pelarian itu akan habis kedudukannya. Mereka takkan mampu untuk menyiksa dan mengintimidasi orang-orang pelarian itu. Mereka takkan mampu mengganggu keimanan mereka yang hak.    
Jika kita perhatikan, dikatakan bahwa orang yang mengancam orang-orang pelarian itu adalah anak-anak keturunan Kedar. Kedar adalah salah seorang anak Nabi Ishmail. Dalam Kitab Kejadian disebutkan bahwa Ishmail mempunyai 12 anak. Setiap anak itu menjadi nenek moyang dari keturunannya. Keturunan itu menjadi bangsa atau suku yang menempati wilayahnya masing-masing. Dan setiap wilayah dinamai dengan nama mereka,

“Ismael mempunyai dua belas anak yang disebutkan di sini menurut urutan lahirnya: Nebayot, Kedar, Adbeel, Mibsam, Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, Yetur, Nafis dan Kedma. Anak-anak itu menjadi bapak leluhur dua belas suku bangsa, dan desa dan perkemahan mereka disebut menurut nama-nama mereka.” (Kejadian : 25:13)

Ibnu Katsir dan sebagian Ahli mengatakan bahwa Kedar adalah nenek moyang bangsa Quraisy. Mereka adalah anak keturunan Kedar bin Ismail yang menghuni Mekkah dan sekitarnya. Dengan begitu, nubuat ini benar adanya. Bangsa Quraisy adalah orang-orang yang menyiksa Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya. Mereka menyiksa dan menghina para pengikut beliau. Akibatnya merekapun lari ke Madinah dan tinggal di sana. 
  
Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: "Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya

Nubuat ini terbukti dengan kekalahan dan lemahnya suku Quraisy sejak hijrahnya umat Islam. Semenjak Rasulullah dan umatnya hijrah ke Madinah, keadaan mereka berangsur membaik. Mereka disambut oleh penduduk asli dengan keramahan dan kebaikan. Setiap mereka bahkan dijadikan saudara dengan orang-orang Madinah. Mereka menjadi kuat dan bersatu di bawah pemerintahan Madinah. Dan semenjak itu, kedigdayaan orang-orang Quraisy semakin lemah. Upaya mereka untuk mengalahkan nabi Muhammad banyak yang gagal. Mulai dari kekalahan mereka dalam perang Badr hingga perang Ahzab. Dan akhirnya, merekapun menyerah tanpa perlawanan tatkala Rasulullah membuka Mekkah bersama pengikutnya yang berjumlah 10.000 orang. Para penduduk Mekkah yang dulu menolaknya dan menghinanya beralih menjadi orang-orang yang beriman kepadanya. Mereka tunduk dan tidak melakukan perlawanan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar