Rabu, 26 Oktober 2016

Muhammad dalam Alkitab (Yesaya 42: 1-11)


Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya. Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu." Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu." Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar!

Ayat ini berkenaan tentang seorang hamba yang Allah pilih untuk menjadi utusan-Nya. Kelak dengan wahyu yang diterima dari-Nya, dia akan memberikan peringatan kepada kaumnya. Dia akan menjelaskan kepada semua orang akan hukum-hukum Allah yang mesti ditegakkan di atas muka bumi.  

Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan

Setiap rasul adalah hamba pilihan Allah. Mereka adalah manusia yang diberi keutamaan lebih dibanding manusia lainnya. Yang membedakan mereka dengan kita adalah ketakwaan mereka dan derajat mereka yang tak bisa dilampaui oleh orang lain. Mereka adalah utusan-utusan Allah yang diberikan keutamaan dan karunia berupa wahyu dan kedekatan dengan-Nya. Karenanya, merekapun disebut orang-orang yang terpilih atau dalam bahasa Arab disebut Al-Musthofa. Dalam Al-Qur’an ayat serupa juga dapat dilihat,

Katakanlah: "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?" (An-naml : 59)

Nabi Muhammad adalah salah satu rasul pilihan Allah. Dia mempunyai banyak keistimewaan yang tak dimiliki oleh rasul-rasul lainnya. Dialah rasul yang terakhir diutus. Dan dia pula penggenap semua syariat yang telah diturunkan kepada semua Nabi. Semua syariat yang diperintahkan kepada para Nabi tersari dalam ajarannya.    
Diantara mukjizatnya adalah Al-Qur’an yang turun kepadanya. Kitab ini adalah kitab suci yang mempunyai keistimewaan dibanding kitab-kitab sebelumnya. Di dalamnya diterangkan segala ilmu yang menyangkut kemaslahatan umat manusia. Dan keistimewaan lainnya adalah keasliannya yang terjaga dari penyelewengan manusia. Sampai saat ini tak ada yang dapat mengatakan bahwa Qur’an telah dirubah. Baik itu kalangan orientalis dan tradisional, mereka semua sepakat bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang terjaga keautentikannya.   

“Rasulullah bersabda: "Aku kesayangan Allah (dan tidak sombong). Aku membawa panji "PUJIAN" pada hari kiamat, di bawahnya Adam dan yang sesudahnya (dan tidak sombong). Aku yang pertama pemberi syafa'at dan yang diterima syafaatnya pada hari kiamat (dan tidak sombong). Aku yang pertama menggerakkan pintu surga dan Allah membukanya untukku dan aku dimasukkanNya bersama-sama orang-orang beriman yang fakir (dan tidak sombong). Dan Aku lah paling mulia dari kalangan terdahulu dan terbelakang di sisi Allah (dan tidak sombong)." (HR. Tirmidzi)

Kemudian ayat selanjutnya berbunyi,

 Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa

Bukti dari kenabiannya adalah diutusnya Malaikat Jibril kepadanya. Dia bertugas untuk mengirim wahyu dari Tuhan-Nya. Dengannya dia menyatakan segala perintah Tuhannya kepada semua umat manusia di dunia. Allah berfirman dalam Qur’an mengenai wahyu yang diturunkan kepada Muhammad,

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. (An-najm : 4-6)

Jika diperhatikan dengan seksama kata bercetak tebal di atas, anda akan melihat bahwa Nabi yang satu ini tidak diutus untuk satu kaum. Tapi dia diutus untuk bangsa-bangsa. Dia diutus untuk semua kaum yang hidup di permukaan bumi.   
Kemudian Allah memberikan karakteristik Nabi pilihan-Nya itu,

Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan

Dia takkan berteriak-teriak di jalanan dan berkata-kata kotor. Pribadinya sopan dan pemalu. Sifat ini sesuai dengan Nabi Muhammad. Beliau adalah seseorang yang pemalu dan tak suka bertingkah kasar. Beliau bukan orang yang suka mengeluarkan omongan sesukanya. Beliau terbiasa menjaga mulutnya dari perkataan-perkataan yang tak ada gunanya. Salah seorang sahabatnya berkata bahwa beliau adalah seorang yang sangat pemalu. Jika beliau tak suka dengan sesuatu, beliau tak lantas berbicara seenaknya atau berteriak-teriak atau mungkin berkata kasar. Namun, beliau akan menahannya dan itu terlihat dari mukanya,  

Abu Said Al-Khudri berkata, Rasulullah adalah seseorang yang lebih pemalu daripada seorang gadis perawan di dalam kamarnya. Jika beliau tidak menyukai sesuatu kami dapat mengetahui dari raut wajahnya. (Shahih Muslim No.4284)

 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum

Dia takkan melemahkan yang lemah dan takkan mematahkan yang sudah patah. Dia akan menolong mereka, mendengarkan perkataan mereka, dan setia duduk bersama mereka. Nabi Muhammad adalah orang yang sangat melindungi orang-orang lemah. Hal ini terlihat dari pengikut-pengikutnya yang terawal. Kebanyakan mereka adalah orang-orang lemah. Beliau senantiasa mengingatkan umatnya untuk tidak mengambil hak mereka dengan cara yang batil ataupun menindas mereka. Beliau melindungi hak-hak mereka dan menjaga mereka dari ketidakadilan,    

          Jabir berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Bagaimana suatu umat dapat terhormat bila hak orang lemah tidak dapat dituntut dari mereka yang kuat." (Riwayat Ibnu Hibban)

            Rasulullahpun pernah menegur seseorang yang mencambuk budaknya dengan keras,

“Abu Sa'id Al Badri berkata, "Aku sedang menyambuk budakku yang muda, lalu aku mendengar suara orang menyeru dari belakangku. Orang itu berkata, "Ketahuilah hai Aba Mas'ud." Sungguh aku tidak tahu suara siapakah itu karena ketika itu aku sedang berang (marah). Ketika orang itu mendekatiku tahulah aku ternyata yang datang adalah Rasulullah Saw. Beliau berkata, "Ketahuilah hai Aba Mas'ud...Ketahuilah hai Aba Mas'ud." Mendengar perkataan itu aku campakkan cambuk dari tanganku. Beliau kemudian melanjutkan ucapannya, "Ketahuilah, hai Aba Mas'ud, sesungguhnya Allah lebih mampu bertindak terhadapmu daripada tindakanmu terhadap anak muda itu." Aku spontan menjawab, "Ya Rasulullah, dia sekarang ini aku merdekakan karena Allah." Nabi Saw berkata, "Kalau kamu tidak memerdekakannya maka api neraka akan menjilatmu." (HR. Muslim)

Di zaman jahiliyah, orang-orang yang lemah dan miskin terkadang tidak dapat menuntut haknya ketika hak mereka dirampas. Mereka tak mempunyai pendukung dan kekuatan seperti orang-orang kaya dan para pemuka yang mempunyai banyak pendukung.
Ketika Islam datang, semua kedzaliman dan ketidakadilan ditiadakan. Semua orang, kaya atau miskin, arab ataupun non arab, mempunyai hak yang sama di depan hukum. Semua orang dapat meminta haknya diberikan dengan menggugatnya di depan para Qodhi (Hakim). Hukum bukan lagi hak suatu kabilah atau pemimpin, tetapi hukum berada di bawah Qur’an dan Sunnah.

tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum

Dia adalah seorang pemimpin yang adil. Dia tidak memihak antara yang kaya ataupun yang miskin. Dengan amanah kepemimpinan yang diberikan kepadanya, dia akan memutuskan perkara-perkara dengan adil. Hal ini seperti yang terjadi tatkala ada seorang wanita bangsawan yang mencuri, maka saudara-saudaranyapun kebingungan dan takut jika seandainya wanita itu akan dipotong tangannya. Merekapun menghadap Rasulullah agar sekiranya wanita itu dibebaskan. Tapi apa yang terjadi, Rasulullah justru marah kepada mereka dan berkata, “Jika seandainya anakku mencuri, niscaya aku sendiri yang memotong tangannya”. Bayangkan, betapa beraninya dia dalam menghukum. Betapa kuatnya dia dalam memegang prinsip keadilan.

“Bahwa orang-orang Quraisy sedang digelisahkan oleh perkara seorang wanita Makhzum yang mencuri. Mereka berkata: Siapakah yang berani membicarakan masalah ini kepada Rasulullah saw.? Mereka menjawab: Siapa lagi yang berani selain Usamah, pemuda kesayangan Rasulullah saw. Maka berbicaralah Usamah kepada Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Apakah kamu meminta tolong (untuk diringankan) dalam hudud (hukuman) Allah? Kemudian beliau berdiri dan berpidato: “Wahai manusia! Sesungguhnya yang membinasakan umat-umat sebelum kamu ialah, manakala seorang yang terhormat di antara mereka mencuri, maka mereka membiarkannya. Namun bila seorang yang lemah di antara mereka mencuri, maka mereka akan melaksanakan hukum hudud atas dirinya. Demi Allah, sekiranya Fatimah anaknya Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya.” (Shahih Muslim No.3196)

Subhanallah, betapa adilnya ia dan betapa beraninya ia menyatakan keadilan. 
Bukti lain dari keadilan Nabi Muhammad adalah dengan banyaknya orang yang menghadap kepada beliau untuk memutuskan perkara yang mereka hadapi. Ketika itu banyak orang yang datang kepadanya agar beliau mengadili mereka. Mereka tahu bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang adil sehingga merekapun meminta beliau memutuskan perkara yang mereka hadapi. Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat, bukan hanya orang Islam yang menghadap beliau, orang Yahudipun pernah menghadap beliau untuk memutuskan perkara. Hal ini terjadi karena mereka semua tahu bahwa Rasulullah adalah seorang yang sangat adil.

Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya

Allah berjanji bahwa Nabi pilihannya itu takkan mati kecuali misinya telah terselesaikan. Dia akan menuntaskan misinya untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Orang-orang Kafir takkan mampu menghentikan misinya. Dia takkan kalah, lemah, ataupun digoyangkan. Dakwahnya akan berhasil dan ajarannya akan menyebar ke seluruh penjuru dunia.
 Nubuat inipun terbukti dengan selesainya dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah. Beliau telah menuntaskan misinya untuk menegakkan kalimat Allah. Meski banyak orang kafir yang tak suka dengan ajarannya dan berupaya untuk menggagalkannya, namun mereka semua tak mampu menghalangi dakwahnya.
Semua orang, dari bangsa Arab hingga non Arab, patuh dan tunduk dengan ajaran yang dibawa olehnya. Dakwahnya tersebar hingga ke seluruh penjuru dunia, melintasi pulau-pulau, dan merambah ke pelosok nan jauh. Orang-orang kafir yang dengki dengannya tak mampu menghentikan dakwahnya.

sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya

Allah berkata bahwa Nabi pilihan-Nya itu akan sukses dalam menjalankan misinya. Hukum-hukum yang diberikan kepadanya akan dijalankan oleh pengikut-pengikutnya. Hukum-hukumnya juga akan dijadikan landasan dari pemerintahan-pemerintahan di muka bumi. Mulai dari Bagdad, Mesir, Istambul, Damaskus, Madinah hingga Persia. Semua kekhalifahan itu pernah menegakkan hukum Allah sesuai dengan Qur’an dan Sunnah. Semua negri yang kedatangan dakwah Islampun mengharapkan pengajarannya. Mereka haus akan ajaran-ajaran Islam yang sempurna. Rasulullah pernah berkata bahwa kelak agama ini akan menyebar hingga ke seantero dunia,

“Agama ini akan menyebar sejauh jarak yang dicapai malam dan siang, dengan kemulian orang yang mulia dan kehinaan orang yang terhina ; yaitu kemuliaan yang dengannya Allah akan memuliakan Islam dan penganutnya, dan menghinakan kesyirikan dan pengikutnya. (Al-hadits)

Kemudian nubuat lainnya berkata,

Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung

Allah, tuhan yang telah menciptakan manusia, berkata kepada mereka: Allah telah mengutus seorang Rasul yang akan menyelamatkan mereka dari penderitaan. Rasul yang diutus untuk semua bangsa di dunia. Dia akan menghapus segala kesewenang-wenangan yang telah lama menindas mereka. Dia akan datang kepada mereka untuk mengeluarkan mereka dari penjara-penjara ketidakadilan. Semua berhala dan semua tuhan selain Allah akan segera hilang dari muka bumi. Dia akan menggantikan penyembahan berhala dengan Tauhid.

Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia,

Ayat yang sama juga terdapat dalam Al-Qur’an,

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh, (Al-Ahzab : 7)

menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung

Nabi itu akan menjadi cahaya untuk semua umat manusia. Dia akan membuka mata-mata yang tertutup dari cahaya iman. Dia akan menerangi mereka ke jalan keselamatan. Diapun akan mengeluarkan mereka dari segala penindasan dan ketidakadilan yang selama ini merampas kehidupan mereka.
AllahberfirmantentangNabiMuhammaddalamsuratAl-Ahzab,

“Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.” (Al-Ahzab:45-46)

Perhatikanlah dengan seksama ayat ini. Kehadiran Nabi yang diramalkan itu tidak seperti nabi-nabi yang diutus sebelumnya. Setiap Nabi diutus hanya untuk kaumnya sendiri. Nabi Nuh diutus untuk kaumnya. Nabi Shaleh diutus untuk kaum Tsamud. Nabi Musa dan Isa diutus untuk Bani Israel. Sedang satu-satunya Nabi yang diutus untuk semua bangsa di dunia hanyalah nabi yang diramalkan oleh ayat diatas. 

Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung

Jazirah Arab, sebelum kedatangan Nabi Muhammad, adalah negri para penyembah berhala. Setiap suku mempunyai berhala-berhalanya masing-masing. Namun sejak kedatangannya, semua berhala dihancurkan. Kemahsyuran dan kemuliaan berhala hilang dengan kedatangannya. 
Maksud kepada yang lain adalah orang Yahudi dan Kristen. Ayat ini menubuatkan bahwa kelak kemuliaandua agama itu akan sirna secara perlahan dengan kedatangan Islam.Agama Islam akan menjadi agama yang diatas. Agama ini akan menjadi kebenaran yang diyakini oleh banyak orang.

Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan.

Kemudian dikatakan bahwa kelak ramalan-ramalan ini akan terbukti. Dan memang terbukti dengan kedatangan Nabi Muhammad 14 abad yang lampau. Semuanya sesuai dengan keterangan-keterangan yang kita lihat di atas.

Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu." Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!

Ayat diatas seakan-akan berkata kepada kita agar bersiap-siap untuk menyambut kedatangannya. Bersiaplah dan bersegeralah menyambut kedatangan Sang Nabi itu karena dialah yang akan membawa keselamatan kepada kita.

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.

Pujian dan doa yang akan dikatakan oleh Nabi itu dan pengikutnya tidak akan sama dengan pujian dan doa yang dikatakan oleh Bangsa Yahudi atau Kristen. Mereka akan memujinya dengan cara yang baru dan lebih menenangkan hati. Pemeluk-pemeluknya akan memuji Tuhan dan berdoa dari tempat-tempat yang jauh dan terujung. Mereka ada dimana-mana, mereka banyak, dan mereka tersebar.
Nubuat ini terbukti dengan praktek sholat yang dilakukan oleh umat Islam. Sholat adalah ibadah yang diperintahkan oleh Allah kepada Nabi dan umatnya. Ibadah ini berbeda dengan cara ibadah yang dilakukan oleh bangsa Yahudi dan Kristen. Ibadah ini adalah tatacara baru yang menjadi syariat sang Nabi.

Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!

Ayat ini secara tidak langsung bernubuat bahwa tempat-tempat inilah yang akan menjadi saksi dari kedatangan Nabi tersebut. Dan memang benar, semua tempat diatas lokasinya berdekatan dengan tempat dimana Rasulullah dilahirkan.

 Padang Gurun adalah sebuah tempat yang ditinggali oleh anak-anak Ishmail dan keturunannya. Dan Kedar, seperti yang saya sebutkan tadi, adalah nenek moyang bangsa Quraisy yang juga merupakan suku dimana Nabi Muhammad dilahirkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar