Rabu, 26 Oktober 2016

Muhammad dalam Alkitab (Yohanes 16: 7-15)


Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini dihukum. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Dia akan memuliakanaku, karena dia akan mengambil apa yang ku punya dan menjelaskannya kepadamu. Semua hal yang bapa punya adalah milikku juga. Karenanya kukatakan dia akan mengambil yang aku punya dan menjelaskan kepadamu. (Yohanes16:7-15)


            Ayat ini menjelaskan tentang seseorang yang dijanjikan Isa untuk datang setelah dirinya di angkat ke langit. Dia dipanggil Isa dengan Sang Penghibur. Kedatangannya adalah sebuah anugrah bagi umat manusia. Dia akan membawa kebenaran yang menyeluruh mengenai Isa dan ajaran-ajarannya. Dan diapun akan datang untuk mengingatkan dan menginsafkan pemahaman umat manusia tentang tiga hal mengenai diri Isa. Tiga hal itu adalah dosa, kebenaran, dan penghakiman.
Penghibur (Comforter) yang dalam bahasa Yunaninya disebut παράκλητος (paráklētos) adalah seseorang yang menghibur, yang membantu, yang mengangkat, dan menyemangati. Secara makna dapat diartikan bahwa dia menghibur atau membantu meringankan rasa sakit dan kesulitan seseorang yang sedang mengalami kesulitan. Sebagian Ahli mengatakan bahwa yang dimaksud Penghibur di sini adalah Holy Spirit dan ada juga yang mengatakannya Paulus.
            Penulis seperti Martin Lings dan David Benjamin Keldani justru berpendapat lain. Menurut mereka, sosok ini adalah Nabi Muhammad. Keldani berpendapat bahwa asal kata paráklētos adalah periklytos, yang berarti terkenal, mahsyur, dan terpuji. Dan jika diterjemahkan ke dalam bahasa Arab maka akan menjadi Ahmad, nama lain dari Nabi Muhammad. 

            Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. 

            Isa mengatakan bahwa dirinya akan pergi kepada Tuhan yang telah mengutusnya. Diapun tak bisa menolak kehendak Tuhannya. Dia juga tidak bisa menjawab kemana dia akan pergi karena semuanya sudah ditentukan. Jika seandainya murid-muridnya tahu bahwa dirinya akan segera pergi, maka mereka akan diliputi kesedihan. Mereka telah berjuang untuk menegakkan agama Allah. Mereka telah melewati suka dan duka perjalanan dakwah bersama. Karenanya, tatkala Isa mengatakan bahwa dirinya hendak berpisah, diapun khawatir jika murid-muridnya akan bersedih. Tapi Isa mengatakan bahwa kelak, akan muncul seorang penghibur yang menolong agama ini.

            Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

            Kepergiannya adalah lebih baik bagi mereka. Karena jika dia tidak pergi, Sang Penghibur itu takkan datang. Jika Sang Penghibur itu datang, dia akan menginsafkan orang yang salah dalam keyakinannya. Dia akan datang untuk menunjukkan kebenaran yang menyeluruh dan mengatakan hal-hal yang terjadi dimasa depan.
Kemudian Isa berkata bahwa Sang Penghibur itu akan datang untuk  menginsafkan pemahaman umat manusia tentang tiga hal yaitu dosa, kebenaran, dan penghakiman.

            Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;          

Salah satu misi yang dibawa Sang Penghibur ketika ia datang adalah untuk menginsafkan keyakinan umat manusia mengenai tiga hal di atas. Apa sebenarnya arti dari menginsafkan? Dan mengapa mengapa Sang Penghibur perlu menginsafkan keyakinan mereka?. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menginsafkan berarti mengusahakan seseorang supaya insaf atau sadar dengan memberi nasihat, memberi hukuman, dan sebagainya. Sederhananya, menginsafkan berarti mengupayakan seseorang agar sadar dari kesalahannya. Artinya dapat kita katakan bahwa keyakinan sebagian umat manusia mengenai tiga hal yakni dosa, kebenaran, dan penghakiman adalah berada dalam kekeliruan. Itulah sebab mengapa Sang Penghibur akan datang untuk menginsafkan keyakinan mereka. Sang Penghibur akan datang untuk menginsafkan keyakinan mereka karena ada pemahaman yang salah yang terkait tigahal itu. Sang Penghibur tidak datang untuk menambah ataupun mengurangi ajaran Isa tapi datang untuk mengingatkan kekeliruan yang salah selama ini.
Dia akan datang untuk menyadarkan orang yang salah dalam keyakinannya. Dia akan datang untuk mengembalikan mereka kepada keyakinan yang benar. Yakni, keyakinan yang sesuai dengan ajaran Allah. Keyakinan yang sesuai dengan keyakinan Isa Al-Masih yang sebenarnya. Dan, keyakinan yang akan membawa mereka kepada jalan yang diridhoi-Nya.

Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

            Yang pertama, Sang Penghibur itu akan datang untuk menginsafkan keyakinan orang-orang yang tak beriman dengan kenabian Isa,

            akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku

            Ketika Isa berdakwah kepada kaumnya, tidak semua orang percaya bahwa dirinya adalah Nabi dan Al-Masih. Sebagian orang kala itu kafir dengan kenabiannya dan menolak semua ajarannya. Yang terkhusus adalah mereka yang disebut Isa dengan Pharisi[1]. Dan secara umum, Mereka yang dimaksud disini adalah sebagian orang-orang Yahudi yang tak beriman dengan kenabiannya. Mereka meyakini bahwa apa yang dilakukan Isa adalah kejahatan dan pelanggaran terhadap hukum Allah. 
Isa mengatakan bahwa kelak, apabila Sang Penghibur datang, dia akan menginsafkan keyakinan mereka tentang dirinya. Dia akan memperingatkan mereka atas kekafiran mereka terhadap kenabiannya. Dia akan mengatakan bahwa sesungguhnya merekalah yang berdosa karena tidak percaya dengan kenabian Isa. Dia akan menyatakan bahwa sesungguhnya Isa adalah utusan Allah. Dia adalah Al-Masih yang yang dijanjikan untuk mereka.   
Mengapa Sang Penghibur perlu menginsafkan orang-orang yang tak percaya dengan kenabian Isa?, mengapa dia perlu memperingatkan keyakinan mereka yang keliru?. Jawabannya, karena mereka, hingga kini, masih menganggap dakwah yang dilakukan oleh Isa adalah bentuk pelanggaran (dosa). Dan lebih parahnya mereka menganggap apa yang mereka lakukan dengan kafir terhadap Isa adalah sebuah kebaikan. Mereka tidak merasa berdosa dengan kekafiran mereka terhadap Isa. Dia pernah berkata bahwa kelak pengikut-pengikutnya akan disiksa sepeninggalnya,

"Kalian akan dikeluarkan dari rumah-rumah ibadat. Dan akan datang waktunya bahwa orang yang membunuh kalian akan menyangka ia mengabdi kepada Allah." (Yohanes : 16:2)

Mereka merasa bahwa kekafiran dan perbuatan mereka terhadap Isa dan pengikut-pengikutnya adalah bentuk pengabdian kepada Allah. Maka Sang Penghibur akan datang untuk mengatakan bahwa merekalah yang sejatinya berdosa. Sang Penghibur akan datang untuk mengoreksi pengertian dosa yang sebenarnya. Dia akan mengatakan bahwa dosa yang sebenarnya adalah dengan tidak percaya terhadap Isa. Itulah dosa yang sebenarnya,

Akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku

Nabi Muhammad sesuai dengan ciri Sang Penghibur yang disebutkan Isa. Beliau diberi wahyu untuk menginsafkan keyakinan orang yahudi atas kekafiran mereka terhadap Isa. Hal ini terbukti dengan adanya ayat dalam Qur'an yang memperingatkan kekafiran orang Yahudi terhadap Isa,

            “Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),” (Annisa : 156)   

Allah mengatakan bahwa orang-orang kafir dari bangsa Yahudi mengingkari kenabian Isa. Mereka hingga kini tidak mau menerima kenabian dan kemasihan Isa. Hal itu terjadi karena mereka menganggap bahwa Isa bukanlah Al-Masih yang dijanjikan itu dan merekapun menganggap dakwah yang dilakukan Isa merupakan bentuk dosa. Mereka kafir kepada Isa padahal dia adalah Al-Masih yang dijanjikan untuk mereka. Hingga kini, para Rabbi Yahudi masih menganggap bahwa dakwah yang dilakukan Isa merupakan bentuk dosa.
          Padahal dosa yang sebenarnya adalah dengan tidak percaya terhadap Isa,

Akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku

Itulah mengapa Sang Penghibur perlu memperingatkan mereka. Dia perlu memperingatkan mereka karena mereka hingga kini masih menganggap dakwah yang dilakukan Isa adalah bentuk dosa. Padahal dosa yang sebenarnya adalah dengan tidak percaya kepada Isa.
              Nabi Muhammad sesuai dengan sosok Sang Penghibur yang dikatakan Isa. Beliau membawa wahyu yang menyatakan bahwa kafir kepada Isa adalah bentuk dosa,

“Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),” (Annisa:156)

            Kemudian dia berkata kembali,  

            akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

Lalu Isa berkata bahwa kelak Sang Penghibur akan menginsafkan pemahaman umat manusia tentang kebenaran. Dia akan datang untuk mengoreksi keyakinan umat manusia mengenai kebenaran.
Lantas, apa maksud dari kebenaran yang dikatakan Isa. Apa arti dari Kebenaran yang dikatakan olehnya,

Akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

Kebenaran yang dimaksud Isa adalah kebenaran mengenai peristiwa kepergian dirinya dari dunia (wafatnya Isa). Itulah yang dimaksudkan olehnya kebenaran.Yakni, kebenaran yang meyakini bahwa Isa telah disalib.
Kepercayaan penyaliban Isa adalah kepercayaan yang sudah diyakini selama ribuan tahun. Kepercayaan Penyaliban Isa telah berpengaruh pada setiap sendi dan ajaran umat Kristen. Mereka Percaya bahwa Isa mati di tiang salib demi dosa-dosa pengikutnya. Begitupula bagi bangsa Yahudi, mereka meyakini bahwa Isa telah disalib. Menurut mereka, Isa adalah salah satu Al-Masih palsu diantara banyaknya Al-Masih yang pernah mengklaim menjadi Juru Selamat. Karenanya, diapun dihukum mati.
            Kepercayaan ini adalah sebuah kebenaran bagi mereka. Kepercayaan ini sudah dianggap sebagai fakta sejarah oleh umat Kristen dan Yahudi. Kepercayaan ini telah mereka yakini sebagai kebenaran.
Maka, apabila Sang Penghibur itu datang, dia akan mengoreksi keyakinan mereka. Dia akan menginsafkan kepercayaan yang mereka anggap kebenaran itu,

akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

Sang Penghibur akan mengoreksi keyakinan itu dan mengatakan hal yang sebenarnya terjadi, yakni Isa tidak disalib akan tetapi dia pergi kepada Tuhannya,

Akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

Inilah makna dan arti sesungguhnya dari perkataan yang dikatakan olehnya. Yakni, Sang Penghibur akan datang untuk menginsafkan keyakinan mengenai penyaliban Isa. Dia akan mengoreksi keyakinan yang dianggap kebenaran itu. Sang Penghibur akan mengoreksi kebenaran itu karena kebenaran itu tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya,

akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

            Sang Penghibur perlu mengoreksi dan menginsafkan keyakinan yang dianggap benar itu karena keyakinan itu tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Keyakinan yang mereka anggap kebenaran itu tidaklah sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. Kejadian yang sebenarnya adalah Isa tidak disalib akan tetapi dia pergi kepada Tuhannya. Dia diangkat ke langit menuju Allah. Itulah kejadian yang sebenarnya.

             akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

            Nabi Muhammad sesuai dengan ciri Sang Penghibur yang dikatakan Isa. Beliau telah diberi wahyu oleh Allah untuk menginsafkan keyakinan umat Kristen dan Yahudi tentang penyaliban Isa. Beliau membawa wahyu yang menghantarkan mereka kepada kebenaran yang sebenarnya,

         "Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam ,Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Annisa:157-158)

Isa berkata kepada murid-muridnya bahwa Sang Penghibur akan mengoreksi keyakinan yang dianggap benar oleh umatnya. Dia perlu mengoreksi keyakinan itu karena keyakinan itu tidak sesuai dengan kebenaran yang sesungguhnya. Dia akan memberitahu bahwa sesungguhnya Isa tidak disalib akan tetapi pergi kepada Tuhannya,

akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

Nabi Muhammadpun membawa wahyu yang menyatakan Isa tidak disalib melainkan diangkat kepada Allah,

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Annisa:157-158)

Bukti lainnya adalah perkataannya bahwa murid-muridnya takkan melihatnya lagi. Dengan eksplisit Isa berkata bahwa mereka takkan melihatnya lagi. Mereka takkan bertemunya lagi dan melihatnya secara kasat mata. Karena sesungguhnya dirinya akan pergi kepada Tuhannya. Dia telah diangkat ke langit menuju Allah. Yang mereka lihat tersalib bukanlah dirinya.

            akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

          Dan tentu, seperti yang dikatakannya, Al-Qur’anpun membenarkan perkataannya. Dalam Qur’an disebutkan bagaimana orang-orang Yahudi yang ketika itu ingin menyalib Isa bersilang pendapat tentang orang yang mereka kira Isa. Mereka ragu-ragu dan tak yakin jika seandainya yang mereka salib itu adalah Isa.  Mereka tak yakin dengan orang yang mereka tangkap. Sebagian lagi justru ngotot bahwa yang ditangkap adalah Isa.   

“Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (Annisa : 157)

Mengapa mereka ragu-ragu?. Bukankah mereka telah merencanakan upaya ini dengan matang. Bukankah mereka telah berbisik-bisik dalam kegelapan untuk membunuhnya tanpa ada satupun orang yang mengetahuinya. Apakah orang yang sudah yakin seratus persen dengan makar yang dibuatnya bisa ragu-ragu ketika mereka melakukannya. 
Mereka ragu-ragu karena orang yang mereka tangkap itu bukanlah Isa. Dia adalah seseorang yang diserupakan dengan Isa. Seseorang yang serupa tidaklah sama dengan aslinya. Satu hal yang perlu kita ketahui, mereka yang ingin menangkap Isa adalah orang-orang yang pernah melihatnya. Mereka tahu wajahnya, mereka tahu pembawaannya, mereka tahu badan serta perawakannya, dan merekapun tahu suaranya. Namun, ketika mereka menangkapnya, dia tak terlihat seperti Isa yang mereka biasa lihat. Dia benar-benar berbeda dari biasanya. Itulah sebab mengapa timbul keragu-raguan dalam diri mereka. Mereka sejujurnya ragu jika orang yang mereka salib itu adalah Isa.
            Bagaimana mungkin Allah membiarkan Rasul-Nya dibunuh dan disiksa sedemikian rupa dan menjadi tontonan serta ejekan orang-orang Kafir. Bukankah ini tragis dan sangat ironis. Lihatlah bagaimana Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim tatkala dirinya hendak dibakar didepan orang banyak. Dengan kekuasaannya yang besar, Allah menjadikan api itu menjadi dingin. Dan lihatlah bagaimana Allah menolong Musa dan kaumnya tatkala mereka hampir dikejar oleh pasukan Fir’aun yang hendak membunuh mereka. Dan lihatlah pertolongan Allah kepada Nabi Muhammad tatkala orang-orang Kafir Quraisy hendak membunuhnya dengan mengutus pemuda-pemuda bersama pedang-pedang mereka yang siap dihunus. Semua makar mereka Allah hancurkan dengan serta-merta. Apakah Allah akan membiarkan Rasulnya disalib dan disiksa begitu saja?. 
Sangatlah mudah bagi-Nya untuk mengangkat Isa ke langit dan menyerupakan wajah orang lain seperti dirinya. Sebagaimana mudahnya dia mengaruniakan Isa berbagai mukjizat yang dibuatnya.   

            akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Annisa : 158)

Kemudian Isa berkata bahwa Sang Penghibur akan datang untuk menginsafkan pemahaman umat manusia mengenai kepercayaan penghakiman,

akan penghakiman, karena penguasa dunia ini dihukum.

Maksud dari penghakiman yang dikatakan Isa adalah penghakiman yang dilakukannya ketika dia turun ke muka bumi. Dalam istilah Kristiani disebut dengan Parousia atau kedatangan Al-Masih yang kedua. Umat muslim juga meyakini bahwa Isa akan turun ke muka bumi di akhir zaman. Isa mengatakan bahwa kelak, apabila Sang Penghibur datang, ia akan menginsafkan umatnya atas kepercayaan penghakiman yang mereka anut.   

          Pertanyaannya, mengapa Isa mengatakan bahwa Sang Penghibur akan mengingatkan umatnya atas kepercayaan mereka. Apa yang salah dengan kepercayaan mereka?. Mengapa Sang Penghibur perlu menginsafkan mereka atas kepercayaan penghakiman?.
            Sebelum menjawab pertanyaan itu, kita perlu mengetahui kepercayaan umat Kristen mengenai penghakiman yang akan dilakukan oleh Isa ketika dia turun. Semua orang Kristen percaya bahwa Isa akan turun ke muka bumi di akhir zaman sebagaimana Muslim. Perbedaannya, umat Kristen percaya bahwa Isa tidak hanya mengadili dan menghakimi orang yang hidup, tetapi, dia juga akan mengadili orang yang mati. Sebagian mereka juga meyakini Isa akan menghidupkan orang yang mati. Akan ada kebangkitan orang-orang yang mati dari kuburnya. Orang-orang yang percaya kepada Yesus akan hidup kembali dan mendapat kenikmatan dalam Kerajaan Tuhan. Inilah keyakinan umat Kristen mengenai kepercayaan penghakiman.          
Maka apabila Sang Penghibur datang, dia akan menginsafkan keyakinan penghakiman yang mereka anut. Dia akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya penghakiman yang sebenarnya adalah penghakiman terhadap penguasa dunia.

            akan penghakiman, karena penguasa dunia ini dihukum.         

Isa akan menjadi Hakim bagi umat manusia ketika dia turun ke muka bumi. Dia akan mengadili mereka dengan seadil-adilnya. Ketika perkara-perkara umat manusia diadili dengan adil maka keadaan dunia akan harmoni. Ketika itu Kerajaan Surga yang dinantikan oleh semua pengikutnya akan segera terwujudkan. 
Nubuat ini sesuai dengan Rasulullah. Beliaupun pernah berkata bahwa kelak Isa akan turun untuk menjadi Hakim yang menghakimi umat manusia dengan adil. Berkata Rasulullah,     

            “Dan demi jiwaku yang berada di genggamannya, sudah dekat turunnya Ibnu Maryam di antara kalian sebagai Hakim Yang Adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghentikan peperangan, dan melimpahkan harta sampai tidak ada orang yang mau menerimanya lagi, sampai bersujud satu kali itu lebih baik dari dunia dan segala seisinya.” Kemudian Abu Hurairah (sahabat Nabi) berkata, “Bacalah jika kalian mau,

            “Tidak ada seorangpun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di Hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka”. (Annisaa : 159) 

Isa akan menjadi pemimpin dunia kala itu. Dia akan menjadi hakim yang mengadili perkara-perkara umat manusia yang melibatkan para pemimpin mereka. Ketika itu semua umat kristen akan menjadikannya pemimpin dan mereka semua akan beriman dengan keimanan yang benar yakni agama Islam.
             Perkataan Nabi Muhammad juga dibenarkan oleh Nabi Yesaya. Dikatakan, bahwa kelak, Al-Masih yang dijanjikan itu akan menjadi Hakim bagi semua bangsa di dunia,

"Ia akan menjadi Hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa  lainnya, dan mereka tidak akan lagi belajar perang". (Yesaya 2:4)

             Disebutkan juga bahwa kelak akan keluar di akhir zaman keturunan Nabi Dawud yang akan menjadi Hakim yang mengadili umat manusia dengan keadilan,

“Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang”. (Yesaya : 11 : 1-5)

Nabi Isa adalah keturunan nabi Dawud seperti yang disebutkan dalam kitab Injil.
Kemudian Nabi Isa berkata lagi,

            Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

            Kata-katanya mengisyaratkan bahwa masih banyak hal yang ingin dikatakannya. Ada banyak hal yang murid-muridnya perlu ketahui. Seakan-akan dia ingin mengatakan kepada muridnya bahwa setelah kepergiannya, akan ada banyak peristiwa dan kejadian. Itulah mengapa dia sangat ingin murid-muridnya mengetahui apa yang dia ketahui agar kelak mereka tidak tersesat sepeninggalnya. Namun dia tahu bahwa mereka tak akan sanggup menerima itu semua. Isa meyakinkan mereka bahwa nanti, apabila Sang Penghibur itu datang, dia akan menjelaskan kepada mereka seluruh kebenaran.

            Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

Lantas, kebenaran apakah yang dimaksud Isa. Apakah maksud dari  seluruh kebenaran yang dikatakannya?

Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

Kebenaran yang dimaksud Isa adalah seluruh kebenaran. Yakni semua kebenaran yang mencakup semua peristiwa serta perslisihan yang terjadi setelah dirinya pergi. Itulah yang dimaksud dengan seluruh kebenaran. Diawal sudah dikatakan olehnya bahwa dia masih mempunyai hal-hal yang perlu dikatakan. Mengapa?, karena akan ada banyak peristiwa dan kejadian yang mempengaruhi ajaran serta eksistensinya. Akan ada banyak friksi yang satu sama lain saling mengklaim kebenaran. Namun Isa berjanji bahwa nanti, Sang Penghibur akan datang dengan semua kebenaran. Dia akan menjelaskan kebenaran yang menghantarkan umatnya kepada ajaran sejatinya. Dia akan mengatakan kebenaran yang mutlak dan hakiki. Yakni kebenaran yang berasal dari Tuhan yang telah mengutus Isa.   
Perumpamaan yang terjalin antara Isa dan Sang Penghibur ibarat dua orang bersaudara yang mempunyai misi dan pekerjaan yang sama. Di bawah ini adalah perumpamaannya,
Suatu kali, anda mempunyai sebuah janji dengan ayah anda untuk membicarakan sebuah aktivitas. Namun karena Allah menakdirkan lain, dia harus pergi ke sebuah acara yang penting, dia tak punya waktu banyak untuk memberi arahan tentang hal yang sudah dijanjikan kepada anda. Dia tahu bahwa waktunya hanya sedikit dan jika seandainya dikatakan sekarang justru akan memberi pesan yang tak jelas. Ayah anda kemudian memberi tahu bahwa nanti adiknya, yang juga paman anda, akan datang dan memberi tahu semua pekerjaan dan pesan yang mesti dilakukan. Karena paman anda juga sama-sama punya andil dalam pekerjaan itu. Sehingga diapun perlu mengatakannya kepada anda. Sudah pasti paman anda akan berkata lebih lama dan lebih banyak dibandingkan ayah. Karena dia punya waktu yang banyak sekaligus diapun lebih tahu dibandingkan ayah karena peran yang dimilikinya. Saya yakin anda pasti percaya apa saja yang dikatakan oleh paman. Saya yakin anda tak akan bertanya kenapa begini atau kenapa begitu, karena diawal, ayah anda sudah mengatakan bahwa nanti paman akan datang untuk mengatakan semua hal yang mesti dilakukan.
Seperti itulah perumpamaan yang terjadi antara Isa dan Sang Penghibur. Sang Penghibur akan datang dengan segala kebenaran mengenai ajaran Isa karena dia datang dengan kebenaran dan wahyu yang diberikan Tuhannya. Dia mempunyai misi dan petunjuk yang sama dengan Isa. Dia tidak datang untuk merusak ajarannya apalagi mengurangi syariat yang telah ditetapkannya. Akan tetapi dia datang semata-mata untuk memberikan kebenaran yang menyeluruh. Kebenaran yang berasal dari Tuhan-Nya.   
Isa menjamin kepada para pengikutnya bahwa semua yang dikatakan Sang Penghibur adalah kebenaran. Semua yang akan dikatakannya merupakan kebenaran hakiki. Mereka tak perlu ragu ataupun kembali mempertanyakan kebenaran itu. Itulah sebab mengapa Sang Penghibur disebut Isa dengan Roh Kebenaran. Artinya semua yang akan dikatakannya adalah benar dan sesuai dengan ajaran Isa.
            Mengapa Sang Penghibur bisa mengatakan kebenaran mengenai Isa dan ajarannya dengan lengkap? Dari mana dia tahu semua kebenaran itu?. Apakah dia belajar dari seorang Pendeta yang membuatnya mahir dalam sejarah kehidupan Isa. Atau mungkin dia belajar dari kitab-kitab sejarah?. 

sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya

Dia tahu semua kebenaran dan persoalan yang menyangkut diri Isa karena semua itu adalah perkataan Allah. Semua kebenaran itu berasal dari wahyu yang didengarnya dari Jibril. Allah telah memberinya semua kebenaran yang selama ini tertutup dari realitas sebenarnya. Sang Penghibur dapat mengetahui semua kebenaran mengenai Isa serta ajarannya karena dia mendengar wahyu yang diberikan Jibril (Gabriel) kepadanya.
Yaitu, kebenaran yang akan mengungkapkan ajaran yang benar dari ajaran Isa. Kebenaran yang akan menunjukkan ajaran asli yang ditinggalkan kepada murid terawalnya. Kebenaran yang akan menghantarkan mereka kepada pesan sejatinya. Kebenaran itu adalah Al-Qur’an.
Sang Penghibur tidak akan berkata-kata dari dirinya sendiri. Dia takkan mengatakan sesuatu yang berasal dari keinginannya sendiri. Yang dia katakan adalah semata-mata wahyu yang diturunkan kepadanya. Dia takkan mengklaim bahwa dirinya adalah Rasul akan tetapi dirinyalah yang dipanggil oleh Allah untuk memperingatkan kaumnya. Dia adalah Rasul Allah,

            “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (Ashoff : 6)

Rasulullah, dengan semua ajaran yang dibawanya adalah wahyu. Dia tak pernah mengatakan sesuatu yang dinginkan hawa nafsunya. Hal ini terbukti dengan kemurnian ajarannya yang bebas dari segala pola pikir dan pemikiran manusia di zaman itu. Allah berfirman mengenai wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad,

            Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), (An-najm  : 4)

Nabi Muhammad sama seperti kebanyakan kaumnya yang buta huruf. Mungkinkah seorang yang buta huruf mengetahui kejadian-kejadian penting yang terjadi di masa lampau yang orang Alim pun takkan pernah tahu. Dibawah adalah kisah Maryam (Maria) dalam Qur’an tatkala dia mengandung anaknya, Isa, ke tempat yang jauh,   

“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini”. (Maryam : 22-26)

Bisa dibayangkan bagaimana detailnya wahyu yang diberikan kepada Muhammad. Adakah seseorang yang bisa menjawab dari mana dia tahu semua cerita ini?. Apakah dari para Rahib, Pendeta, atau Sejarawan?. Apakah mungkin seorang yang buta huruf dan tak pernah belajar kitab seumur hidupnya bisa mengatakan kisah-kisah yang begitu menakjubkan ini. Kisah ini hanyalah segelintir dari banyaknya peristiwa-peristiwa yang dikatakan Allah kepada Muhammad tentang Isa dan Ibunya. Hal ini menjadi bukti bahwa semua perkataan dalam Qur’an bukanlah perkataannya akan tetapi itu semua adalah perkataan Allah

            Sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya

            Kemudian, Sang Penghibur akan mengatakan perihal kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa depan atau akhir zaman,

dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

            Nubuat ini juga sesuai dengan Rasulullah. Beliau telah mengatakan tanda-tanda Hari Kiamat yang terjadi di masa depan. Semua itu dapat dilihat dalam Qur’an ataupun Hadits. Yang terkhusus adalah kedatangan Isa yang kedua di muka bumi.          

 “Dan demi jiwaku yang berada di genggamannya, sudah dekat turunnya Ibnu Maryam di antara kalian sebagai Hakim Yang Adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghentikan peperangan, dan melimpahkan harta sampai tidak ada orang yang mau menerimanya lagi, sampai bersujud satu kali itu lebih baik dari dunia dan segala seisinya.” 

              Ada hikmah mengapa beliau kelak akan menghancurkan salib dan membunuh babi. Salib adalah simbol dari penebusan dosa dan penyembahan kepada dirinya. Maka apabila dia turun dia akan mengatakan kepada semua orang bahwa dua ajaran itu bukanlah ajarannya. Dia akan menghancurkan salib dengan tangannya sendiri sebagai simbol penghapusan dua syariat asing itu. Jika kita menelaah sejarah agama Al-masih, maka kita akan mengetahui bahwa sesungguhnya ajaran penebusan dosa adalah ajaran yang datang setelah dirinya diangkat ke langit. Isa tak pernah mengajarkan ajaran tersebut.
              Begitu juga babi, makanan ini adalah makanan yang diharamkan oleh syariat Taurat dan Qur'an. Apabila beliau turun, maka beliau akan membunuh mereka sebagai simbol penghapusan syariat asing yang menghalalkan babi.
               Yang ketiga, beliau akan menghentikan peperangan dan konfrontasi yang terjadi antara satu bangsa dengan bangsa lainnya. Nubuat inipun dibenarkan oleh Nabi Yesaya. Dikatakan dalam kitab tersebut bahwa Al-masih yang dijanjikan itu akan menghentikan peperangan. Umat manusia akan berhenti mempelajari tata cara perang dan mereka akan memusnahkan senjata-senjata dan alat perang mereka,

"Ia akan menjadi Hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa lainnya, dan mereka tidak akan lagi belajar perang".(Yesaya 2:4)

Kemudian, beliau akan melimpahkan harta yang melimpah kepada semua orang yang hidup waktu itu. Pertanyaannya, mengapa beliau bisa melakukan hal itu. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi. Salah satu sebabnya adalah karena Allah membuka pintu-pintu keberkahan dari langit dan dari bumi sehingga harta begitu melimpah waktu itu. Sebab lainnya adalah karena waktu itu, kekayaan dunia baru saja dipegang oleh Dajjal dan pengikut-pengikutnya. Ketika Isa turun, beliau dan umat Islam akan membunuh Dajjal dan semua pengikutnya. Akibatnya, kekayaan dunia waktu itu akan mereka kuasai dan merekapun akan membagi-bagikannya kepada semua orang.
Dalam Kitab Yesaya dikatakan bahwa tatkala Al-Masih yang dijanjikan itu datang, orang-orang akan diberikan makanan gratis tanpa perlu membayar. Mereka akan diberi makanansecara gratis. Namun, makna yang lebihluas dari itu adalah kelakumat manusia akan mendapatkan harta yang banyak. Mereka akan diberi harta yang melimpah oleh Al-Masih yang dijanjikan itu,

"Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa (perlu)  uang untukmembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa (perlu)  bayar!  Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu (Isa), menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa;  sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena Tuhan , Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau." (Yesaya 55:1-5)

               Bisa anda perhatikan, Al-Masih yang dijanjikan itu akan menawari mereka makanan gratis. Dia akan memberikan makanan gratis kepada semua orang. Namun makna yang lebih luas dari itu adalah akan ada pembagian harta kepada umat manusia. Dalam sebuah hadits juga dikatakan bahwa pemimpin-pemimpin kaum muslimin di akhir zaman akan membagi-bagikan harta yang tak terbatas jumlahnya. Ini berarti keadaan umat manusia di kala Isa memimpin  berada dalam kondisi yang sejahtera.
Yang terakhir, Isa mengatakan bahwa Sang Penghibur akan memuliakan dirinya. Dia akan membuat namanya harum dan terhormat di mata manusia,

Dia akan memuliakan aku, karena dia akan mengambil apa yang kupunya dan menjelaskannya kepadamu. Semua hal yang bapa punya adalah milikku juga. Karenanya kukatakan dia akan mengambil yang aku punya dan menjelaskannya kepadamu.

Sang Penghibur akan datang untuk memuliakan Isa. Dia akan mengatakan kepada semua orang bahwa sesungguhnya Isa adalah hamba pilihan Allah. Dia adalah rasul yang diutus kepada Bani Israel. Dia adalah Al-Masih yang dijanjikan oleh para Nabi untuk datang kepada umatnya. Dia akan memuliakannya dan membuatnya terhormat.
             Nubuat ini sesuai dengan Rasulullah. Beliau telah memuliakan Isa dengan kemuliaan yang sesuai dengan derajatnya. Beliau membawa wahyu yang menyebut Isa sebaga Al-Masih, Nabi, dan Rasul pilihan-Nya. Beliau memuliakan Isa dengan kemulian yang sesuai dengan hakikatnya. Dia tidak memuliakan Isa dengan melampaui batas seperti apa yang dilakukan oleh Nasrani. Dia memuliakannya dan menjadikannya rasul yang diyakini oleh umat Islam.
            Islam berada pada jalan yang lurus dalam memuliakan Isa. Seperti yang diketahui, umat manusia terbelah menjadi tiga golongan dalam menyikapi Isa. Yang pertama adalah Yahudi. Mereka mendakwa Isa dengan dakwaan yang jahat. Mereka menilai Isa sebagai Nabi palsu yang mengklaim menjadi Al-Masih. Dalam Talmud disebutkan berbagai tuduhan terhadap Isa dan ibunya. Yang kedua adalah Nasrani, mereka menilai Isa sebagai anak Allah. Mereka memujanya, menyembahnya, dan berdoa kepadanya. Mereka memuliakan Isa dengan tak semestinya. Mereka memuliakannya dengan sangat berlebihan. Dan yang terakhir adalah Islam. Islam menempatkan Isa dalam kedudukan yang sebenarnya. Islam menghormati Isa sebagai salah satu Rasul yang diutus oleh Allah. Dia adalah Al-Masih yang dijanjikan oleh Allah untuk Bani Israel. Dalam Qur'an dikisahkan berbagai kisah dakwahnya,  mukjizatnya, ajarannya, hingga masa kecilnyapun diceritakan oleh Allah. Semua ini adalah bukti bahwa Islam memuliakan Isa dan menghormatinya dengan kehormatan yang paling baik.
Kenapa Sang Penghibur bisa memuliakan Isa dengan baik? Bagaimana dia bisa memuliakan Isa?.
Sang Penghibur dapat memuliakan Isa karena dia diberikan wahyu oleh Tuhan yang mengutus Isa. Dia dapat memuliakan Isa karena dia adalah seorang Rasul yang mempunyai kedekatan dengan Allah. Sehingga diapun dapat mengatakan kepada umat manusia tentang kemulian dan kehormatan Isa.

Dia akan memuliakan aku, karena dia akan mengambil apa yang kupunya dan menjelaskannya kepadamu. Semua hal yang bapa punya adalah milikku juga. Karenanya kukatakan dia akan mengambil yang aku punya dan menjelaskannya kepadamu.

  Itulah maksud dari perkataannya diatas. Isa ingin mengatakan kepada umat manusia bahwa Sang Penghibur dapat memuliakannya karena dia diberi wahyu oleh Allah. Artinya semua yang dikatakanSang Penghibur mengenai Isa adalah semata-mata milik Allah. Karena perkataan Sang Penghibur adalah perkataan Allah(wahyu). Dan wahyu yang diberikan kepadanya juga sama sepertiwahyu yang diberikan kepada Isa. Isa juga diberi wahyu oleh Tuhannya. Artinya semua yang dikatakan Sang Penghibur adalah semata-mata wahyu yang didengar dari Tuhannya.
Nabi Muhammad sesuai dengan ciri Sang Penghibur yang dikatakan Isa. Beliau telah memuliakan Isa dengan wahyu yang diberikan oleh Allah. Beliau tidak berkata tentang Isa dengan pemikirannya sendiri akan tetapi dari wahyu. Wahyu yang didengarnya dari Allah. Lihatlah sosok Isa dalam Qur'an, Adakah ayat yang mencela Isa? Adakah ayat yang menjelek-jelekkan namanya?. Tak ada, tak ada satupun ayat dalam Qur'an yang mencela atau menjelekkan Isa. Semua ayat dalam Qur'an memuliakan Isa dan menghormatinya dengan kemuliaan dan kehormatan yang baik. Semua ini adalah bukti bahwa Allah dan Rasulullah memuliakan Isa dengan kemuliaan yang baik.

Dia akan memuliakan aku, karena dia akan mengambil apa yang kupunya dan menjelaskannya kepadamu. Semua hal yang bapa punya adalah milikku juga. Karenanya kukatakan dia akan mengambil yang aku punya dan menjelaskannya kepadamu.


****

Mengenai apakah Nabi Isa mengutus Nabi Muhammad atau tidak. Kita perlu melihat perkataannya lagi,

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia  kepadamu.

        Satu hal yang perlu dicatat adalah kita meyakini bahwa Nabi Muhammad tidak diutus oleh Nabi Isa. Beliau diutus oleh Allah yang Maha Agung dan Maha Mulia. Yang dapat kita benarkan dari ayat-ayat perjanjian baru hanyalah ayat-ayat yang sesuai dengan keyakinan dan akidah kita. Jika ayat tersebut tidak sesuai dengan akidah kita, maka kita tidak dapat membenarkannya. Posisi kita adalah tidak mendustakan ayat tersebut
Dan tidak pula membenarkannya.
        Seperti yang diketahui, Allah telah berfirman dalam Qur'an bahwa kitab-kitab sebelum Qur'an telah diubah-ubah. Kitab itu diubah oleh segelintir orang agar sesuai dengan keyakinan mereka yang batil. Mereka mengubahnya agar isinya sesuai dengan pemikiran dan ide mereka. Sehingga dampaknya adalah kesesatan yang tak dapat dibendung menghinggapi orang yang membaca kitab tersebut. Padahal jika seandainya kitab itu tidak diubah, tentulah kenabian Muhammad dalam Injil terlihat jelas dan terang.
Begitu juga dengan ayat lain yang mengatakan bahwa Sang Penghibur yang dimaksud adalah Roh Kudus (Holy Spirit). Maka kita katakan, siapakah yang lebih sesuai dengan sosok Sang Penghibur, apakah Roh Kudus atau Nabi Muhammad. Apakah Roh Kudus pernah terdengar oleh umat manusia menginsafkan arti dosa, kebenaran, dan penghakiman. Apakah Roh Kudus pernah terdengar oleh kita membawa seluruh kebenaran mengenai Isa dan ajarannya. Apakah Roh Kudus pernah terdengar mengatakan kejadian-kejadian yang terjadi di masa depan. Dan apakah Roh Kudus pernah terlihat memuliakan Isa. Katakan saja dan buktikan siapakah yang lebih mirip dan sesuai dengan sosok Sang Penghibur.
            Apakah Nabi Muhammad ataukah  Roh Kudus.
            Kita tidak bisa percaya terhadap Bible (baik itu Perjanjian Lama dan Baru) seratus persen. Karena dengan jelas Allah berfirman bahwa kitab-kitab itu telah diubah. Kitab tesebut telah diubah oleh segelintir orang yang ingin agar isinya sesuai dengan keinginan mereka. Karenanya kita tak bisa percaya seratus persen kepadanya. Yang dapat kita percayai hanyalah yang sesuai dengan Al-Haq yakni Al-Qur'an.
            Al-Qur'an adalah sumber kebenaran. Semua ayat di dalamnya adalah kebenaran. Dia adalah satu-satunya kitab yang terjaga keautentikannya. Hal ini berbeda dengan kitab Perjanjian Baru yang telah diubah-ubah. Ada ayat didalamnya yang merupakan kebenaran dan ada juga ayat yang merupakan buatan manusia. Dan kita takkan pernah tahu mana yang asli dan mana yang bukan. Karenanya, yang dapat kita benarkan hanyalah yang sesuai dengan sumber kebenaran.
            Ada bukti lain yang akan membuat kita semakin yakin bahwa Nabi Muhammad merupakan sosok Sang Penghibur yang dimaksud Isa. Jika anda cermati satu-persatu dari tiga hal yang dikatakan Isa yakni akan dosa, kebenaran, dan penghakiman, maka semua itu di telah jawab oleh Allah dalam Qur’an secara berturut-turut. Semua nubuat itu dijawab dalam surat Annisaa’ dari ayat 156 hingga ayat 159.
Lihatlah dengan seksama,

            akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku

Pertama, Sang Penghibur itu akan menginsafkan keyakinan mereka yang tak beriman dengan kenabian Isa. Mereka, orang Yahudi, hingga hari ini masih menganggap kenabian dan kemasihan Isa tidak sah. Sebagian mereka bahkan menganggap dia sebagai nabi palsu dan mereka tidak merasa berdosa karenanya. Karena itu, apabila Sang Penghibur datang, dia akan memperingatkan mereka bahwa sejatinya merekalah yang berdosa. Nubuat ini dibenarkan oleh Allah dalam ayat 156,

“Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),” (ayat 156)

Kedua, Sang Penghibur akanmenginsafkan keyakinan yang dianggap benar oleh umatnya. Dia akan mengatakan bahwa sesungguhnya Isa tidak disalib akan tetapi dia pergi kepada Tuhannya,

akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

Maka inipun dijawab dalam ayat 157-158,

Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (157-158)

Ketiga, Sang Penghibur akan menginsafkan pemahaman umat manusia mengenai kepercayaan penghakiman. Dia akan mengatakan bahwa penghakiman yang sebenarnya adalah penghakiman terhadap penguasa dan pemimpin dunia,

akan penghakiman, karena penguasa dunia ini dihukum.

Nubuat inipun dibenarkan dalam ayat selanjutnya. Di bawah ini adalah ayat yang mengatakan bahwa Isa akan turun ke muka bumi untuk menjadi Hakim yang adil. Dia akan mengadili penguasa dan pemimpin dunia. Ketika itu semua orang Kristen akan beriman kepadanya dengan keimanan yang benar,  

“Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (159)

Mengapa semua nubuat dijawab dan dibenarkan Qur’an secara berturut-turut?. Semuanya terlihat cocok dan sesuai dengan nubuat yang diberikan Isa.Semuanya terlihat cocok dengan sendirinya.Semua ini tidak lain adalah bukti bahwa Muhammad merupakan sosok Sang Penghibur yang dimaksud. Beliaulah yang dimaksud Isa dengan Sang Penghibur.

Dan tentunya sebagai bukti bahwa Allah telah menubuatkan Nabi Muhammad dalam Injil,

            “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (Ashoff : 6)







[1] Pharisi adalah sebutan bagi kelompok yang hidup sezaman dengan Nabi Isa. Mereka dikenal sebagai pendetanya bani Israel saat itu. Mereka adalah golongan yang paling keras menentang dakwah yang dilakukan oleh Isa dan sahabat-sahabatu. Mereka sangat keras menentang dakwah yang dilakukan Isa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar