Rabu, 26 Oktober 2016

Nubuat tentang Muhammad dalam Bible

Nubuat tentang Nabi Muhammad dalam Bible adalah bukti akan kenabiannya. Karena dengan begitu, orang-orang Ahli Kitab seperti Yahudi dan Nasrani akan beriman kepada beliau. Nubuat yang dikabarkan tentang dirinya tentu tidak eksplisit akan tetapi tersimpan dalam kata-kata yang penuh dengan kiasan. Dari sifat-sifatnyalah kita mampu melihat apakah nubuat itu tentang Nabi Muhammad atau bukan.
Yang akan kita simak nanti adalah nubuat-nubuat tentang kedatangan seorang Nabi Akhir Zaman. Seseorang yang akan menjadi pemimpin dan penggenap risalah Tuhan setelah berlalu masa 500 tahun tanpa adanya Rasul yang diutus.
    Kedatangannya adalah kabar gembira bagi umat manusia. Dia datang untuk membebaskan mereka dari belenggu ketidakadilan. Dia datang untuk menyelamatkan mereka dari segala kesusahan dan penderitaan. Dia membawa syariat baru yang tidak bertentangan dengan syariat-syariat Nabi sebelumnya (Tauhid). Dia seperti seorang pelari estafet yang berada di ujung jalan kenabian. Dia mesti datang agar kelak mencapai garis finish dan menyelesaikan misinya.

Kenabian merupakan sebuah amanah yang Allah berikan kepada hamba-hamba pilihannya. Mereka berdakwah dengan risalah yang diberikan oleh Allah. Mereka datang untuk mengajak kaumnya kepada kebenaran dan menuntun mereka ke sebuah jalan yang diridhoi oleh-Nya. Dengan adanya kenabian, maka setiap insan di muka bumi akan menjalankan peribadatan dan aktivitas seperti yang diperintahkan oleh Allah.
Karena Tuhan yang mengutus mereka satu, maka dakwah dan tujuan mereka hanya satu. Tujuan dan misi mereka hanyalah untuk menegakkan peribadatan untuk Allah semata.
Kita lihat tatkala Allah menurunkan Adam dari surga, maka Adampun menjadi seorang manusia yang menyembah Allah semata begitu juga anak-anaknya. Mereka semua mengikuti ayahnya dengan menyembah Allah. Hingga berlalulah masa yang panjang dan sampai kepada masa Nuh. Waktu itu, kebanyakan orang sudah meninggalkan penyembahan kepada Allah dan menyembah berhala-berhala yang mereka buat. Kemudian, Allahpun mengutus Nuh untuk memperingatkan mereka atas perbuatan mereka yang melampaui batas. Allah menyuruhnya untuk mengembalikan mereka kepada penyembahan Allah. Dan begitulah seterusnya dari masa ke masa. Apabila sebuah kaum telah meninggalkan ajaran Tauhid, maka Allahpun akan mengutus seorang Nabi untuk memperingatkan mereka. Kita bisa lihat bagaimana dakwah nabi-nabi yang diutus kepada Bani Israel, semua ajaran mereka adalah murni monotheisme. Tak ada diantara mereka yang  menyuruh menyembah dua Tuhan, tiga Tuhan, atau bahkan 100 Tuhan. Semua mereka menyuruh orang-orang Israel untuk menyembah Allah, Tuhan yang Satu. Nabi Isapun diutus oleh Allah untuk menyembah-Nya. Namun seiring berjalannya waktu, ajaran asli yang ditinggalkannya dirubah oleh orang-orang yang tak mengenalnya. Mereka menjadikan ajarannya lebih dekat dengan ajaran polytheisme ketimbang Tauhid.     
Berlalulah masa yang cukup panjang hingga akhirnya sampai kepada masa Nabi Muhammad. Kala itu, manusia terbagi menjadi tiga golongan. Pertama adalah orang-orang Musyrik, mereka adalah murni orang-orang musyrik yang tak mengenal ajaran Tauhid. Mereka tak tahu ajaran para Nabi dan mereka menyembah banyak Tuhan. Yang kedua adalah Nasrani, mereka adalah Pengikut Al-Masih, namun ajaran mereka telah menyimpang dari ajaran tauhid. Mereka meyakini bahwa ada Tiga Tuhan yang mesti disembah yakni Allah, Isa-sebagai anaknya, dan Ruh Kudus. Yang terakhir adalah Yahudi. Mereka memang masih memegang prinsip ajaran para Nabi, Tauhid, namun mereka kafir dengan kenabian Isa.
Tiga golongan ini sejatinya berada di dalam kesesatan. Mereka sebenarnya belum mengetahui mana jalan hakiki yang akan membawa kepada Tuhan. Yang mereka tahu bahwa ajaran merekalah yang paling benar padahal, kebenaran itu telah dinodai oleh tangan-tangan manusia. Ajaran-ajaran yang mereka anut telah menyimpang dari ajaran Allah dan para Rasul.
Seperti ketetapan Allah yang sudah terjadi sebelumnya, maka Diapun mengutus seorang Nabi untuk memperingatkan mereka atas perbuatan dan keyakinan mereka yang tak benar. Allah mengutus seorang nabi untuk mengembalikan mereka ke jalan yang benar. Allahpun mengutus Nabi Muhammad untuk mengembalikan mereka ke jalan yang diridhoi-Nya. Dia datang bukan untuk membentuk sebuah ajaran baru atau membentuk sebuah kelompok jamaah keagamaan yang bersaing dengan jamaah lainnya. Tetapi, dia datang semata-mata untuk membuka mata mereka untuk melihat kebenaran. Kebenaran yang hakiki dan jelas. Dia datang dengan ajaran Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan ajaran-ajaran nabi-nabi sebelumnya. Ajaran yang menjadi ketetapan dan kebenaran yang diyakini oleh semua manusia yang mengikuti para Nabi.
Beliau adalah nabi yang terakhir diutus oleh Allah sekaligus penutup dan penggenap syariat para Nabi. Syariat-syariat yang dibawanya telah lengkap dan terpenuhi dari semua syariat yang pernah ada. Dan sangatlah mungkin jika seandainya beliau dinubuatkan (diramalkan) oleh nabi-nabi sebelumnya. Nubuat adalah ciri khas dari kitab yang bernama Bible. Nubuat-nubuat itu akan membuktikan apakah Nabi itu tersebut seorang Rasul yang diutus oleh Allah atau dia hanya mengklaim dari dirinya sendiri. Bukti bahwa Nabi Muhammad telah tertulis dalam Bible adalah ayat dalam surat Al-A’raaf,
            “Orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi (buta huruf) yang (sifatnya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al-A’raaf : 157)
Pendapat yang mengatakan bahwa tak ada nubuat tentang Muhammad dalam Bible adalah sebuah kesalahan yang  terjadi akibat ketidaktahuan atau penyembunyian keterangan yang sejatinya mereka ketahui. Kita bisa lihat bagaimana sikap sebagian orang-orang Ahli Kitab yang sejatinya mereka mengetahui tanda-tanda kenabian dalam diri Rasulullah tapi mereka justru tidak mengakui kenabiannya. Nubuat-nubuat itu sejatinya sudah diketahui oleh sebagian orang yang membaca kitab-kitab Samawi waktu itu, namun mereka tidak mengakui hal tersebut. Dalam Qur’an disebutkan bahwa ada sebagian orang Ahli Kitab yang hidup menyaksikan Rasulullah dan merekapun mengetahui tanda-tanda kenabian yang ada pada diri beliau,
“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (Al-Baqoroh : 146)  
Bahkan mereka mengenal beliau sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka. Mereka tahu persis watak dan kepribadian Rasulullah seperti yang mereka lihat dan baca dalam kitab-kitab mereka. Namun, karena ada sebagian ajaran yang dibawanya sangat bertentangan dengan keyakinan mereka yang batil, merekapun menolaknya. Dan lebih dari itu, mereka juga menyembunyikan nubuat dan berita itu dari umat dan jamaah mereka. 

            Satu hal yang perlu kita perhatikan, nubuat selalu menggunakan bahasa verbal atau kiasan. Bahasa-bahasanya menuntut kita untuk mencari lebih dalam dari arti yang terkandung. Jika seandainya nubuat itu langsung mengabarkan secara jelas dan pasti, maka itu bukanlah nubuat melainkan sebuah berita/kabar yang dapat dipastikan kebenarannya. Nubuat akan membuat orang yang membacanya penasaran dan selalu menunggu kedatangannya.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar